Wamenaker Afriansyah Noor: Kesiapan SDM Ekonomi Kreatif Jadi Fondasi Indonesia Emas 2045
GEOSIAR.CO.ID 13 Mei 2026 Penulis : ph@geosiar.co.id
JAKARTA, GEOSIAR.CO.ID —Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor menilai kesiapan sumber daya manusia (SDM) di sektor ekonomi kreatif menjadi fondasi penting menuju kemandirian ekonomi nasional dan perwujudan Indonesia Emas 2045.
Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menyiapkan empat pilar strategis prioritas pada 2026 untuk menjawab kesenjangan kompetensi akibat perubahan dunia kerja.
Pernyataan tersebut disampaikan Afriansyah saat memberikan sambutan pada acara Examination Authority (EXOT) 2026 SMP-SMA Al-Wildan Islamic School Jakarta, Minggu (10/5/2026).
“Indonesia Emas 2045 hanya dapat terwujud apabila ekonomi kreatif menjadi pilar pembangunan. Kemandirian ekonomi inilah yang akan membawa Indonesia menjadi bangsa maju dan berdaya saing global,” kata Afriansyah Noor dalam keterangannya di Jakarta, Senin (11/5/2026).
Afriansyah menyatakan, transformasi digital telah mengubah lanskap ketenagakerjaan secara mendasar. Meski sebagian pekerjaan konvensional bergeser, peluang baru berbasis kreativitas dan teknologi tetap terbuka lebar.
“Transformasi digital telah mengubah wajah ketenagakerjaan secara fundamental. Meski pekerjaan konvensional bergeser, peluang baru berbasis kreativitas dan teknologi terbuka lebar. Kita membutuhkan talenta yang tidak hanya menunggu lowongan pekerjaan, tetapi juga mampu menciptakan nilai dan inovasi baru,” ujar Afriansyah dalam sambutannya pada EXOT 2026, Minggu (10/5/2026).
Empat pilar strategis Kemnaker pada 2026 meliputi Pusat Pelatihan Vokasi, Talent & Innovation Hub (Pusat Talenta dan Inovasi), pelatihan dan penempatan disabilitas, serta Labor Productivity Clinics (klinik produktivitas tenaga kerja).
Pilar pertama difokuskan pada program skilling and reskilling (peningkatan dan pelatihan ulang keterampilan) untuk menyiapkan SDM sesuai kebutuhan industri masa depan.
Pilar kedua berperan sebagai inkubator strategis nasional yang mengubah ide kreatif menjadi produk komersial.
Pilar ketiga merupakan komitmen membangun ekosistem ketenagakerjaan yang inklusif dan setara bagi seluruh warga negara. Pilar keempat berfungsi sebagai instrumen peningkatan produktivitas dan daya saing perusahaan nasional di tingkat global.
“Keempat, Labor Productivity Clinics sebagai instrumen untuk meningkatkan produktivitas serta daya saing perusahaan nasional di tingkat global,” kata Afriansyah pada keterangan yang sama.
Afriansyah menambahkan, keempat pilar tersebut akan terintegrasi menjadi ekosistem ketenagakerjaan yang adaptif, inklusif, dan produktif. Penguatan tersebut dinilai sebagai kunci memperkuat daya saing nasional menghadapi era ekonomi digital.
.
www.geosiar.co.id

