Warga Mengaku Dibayar Rp100 Ribu dan Diberi Wajan untuk Ikut Aksi Dukung MBG di Medan
Social Media
Communication
Bookmarking
Developer
Entertainment
Academic
Finance
Lifestyle
ph@geosiar.co.id
MEDAN,GEOSIAR.CO.ID – Sejumlah warga yang mengikuti aksi dukungan terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Medan mengaku menerima uang Rp100 ribu dan sebuah wajan baru. Pengakuan itu muncul setelah massa membubarkan diri dari aksi yang berlangsung di depan Gedung DPRD Sumatera Utara, Jalan Imam Bonjol, Medan.
Aksi tersebut digelar sebagai bentuk dukungan terhadap keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis yang menjadi salah satu program unggulan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Massa yang hadir membawa berbagai spanduk dan poster berisi dukungan terhadap program tersebut.
Di tengah berakhirnya kegiatan, sejumlah peserta mengaku memperoleh uang transportasi dan bingkisan berupa peralatan rumah tangga. Pengakuan itu disampaikan langsung kepada wartawan yang berada di lokasi.
“Saya dikasih Rp100 ribu sama wajan,” kata salah seorang peserta aksi sebagaimana dilaporkan Tribun Medan.
Pengakuan serupa juga disampaikan peserta lainnya. Mereka mengaku diajak mengikuti kegiatan tersebut dan menerima kompensasi setelah menghadiri aksi.
Meski demikian, peserta yang diwawancarai mengaku tidak mengetahui secara rinci pihak yang menyelenggarakan aksi maupun sumber pendanaan kegiatan tersebut. Sebagian peserta mengaku hanya mendapat informasi untuk berkumpul dan mengikuti kegiatan dukungan terhadap program pemerintah.
Aksi dukungan terhadap Program Makan Bergizi Gratis belakangan berlangsung di sejumlah daerah. Sejumlah kelompok masyarakat menyatakan program tersebut memberikan manfaat bagi pelajar serta mendorong aktivitas ekonomi lokal melalui keterlibatan petani, peternak, nelayan, dan pelaku usaha mikro kecil menengah.
Di sisi lain, sejumlah kelompok mahasiswa di berbagai daerah juga menggelar demonstrasi yang meminta evaluasi terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis dan Badan Gizi Nasional. Mereka menyoroti aspek anggaran, tata kelola, hingga dugaan penyimpangan dalam pelaksanaan program tersebut.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari penyelenggara aksi di Medan terkait pengakuan peserta yang menyebut menerima uang Rp100 ribu dan wajan setelah mengikuti kegiatan tersebut.
