Tiap 4 Menit Satu Orang Meninggal akibat TBC, Pemerintah Genjot Skrining 130 Juta Warga

GEOSIAR.CO.ID 8 April 2026 Penulis : ph@gseosiar.co.id

JAKARTA, GEOSIAR.CO.ID -Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus mengungkapkan kondisi yang mengkhawatirkan: setiap dua menit dua orang di Indonesia terinfeksi tuberkulosis (TBC), dan setiap empat menit satu nyawa melayang karena penyakit yang sama. Pernyataan itu disampaikan dalam Konferensi Pers Hari TBC Sedunia 2026 di Kantor Kemenkes, Jakarta Selatan, Senin (6/4/2026). Total kasus TBC di Indonesia saat ini diperkirakan mencapai 1.090.000, dengan 867.000 kasus yang sudah diobati dan hampir 300.000 kasus yang belum berhasil ditemukan.

Kesenjangan hampir 300 ribu kasus yang belum terdeteksi itu, kata Benny, menjadi hambatan terbesar dalam upaya negara mencapai target eliminasi TBC. Kemenkes bersama Kementerian Dalam Negeri akan melakukan skrining yang meluas selama 2026 sebagai langkah konkret menemukan dan menangani pasien TBC yang belum terdata.

Indonesia Masih Peringkat Dua Dunia

Berdasarkan Global Tuberculosis Report 2024, Indonesia berada di peringkat kedua dunia dengan estimasi 1,09 juta kasus TBC dan 125 ribu kematian per tahun. Posisi itu menempatkan Indonesia menyumbang 10,1 persen dari total kasus TBC global, berada di bawah India yang mencapai 25,8 persen.

Beberapa provinsi dengan jumlah kasus tertinggi meliputi wilayah di Jawa, Sumatera Utara, dan Sulawesi Selatan, masing-masing mencatat lebih dari 40.000 kasus. Eliminasi TBC masuk sebagai salah satu program prioritas nasional Presiden Prabowo Subianto, dengan tenggat target nasional pada 2030.

Skrining Masif dan Cek Kesehatan Gratis

Pemerintah mendorong langkah cepat melalui deteksi dini masif, termasuk Program Cek Kesehatan Gratis dengan target menjangkau 130 juta masyarakat pada 2026. Benny menekankan penanganan TBC tidak bisa hanya dilakukan Kemenkes, melainkan membutuhkan kerja sektoral lintas kementerian termasuk Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman, Kemensos, Kemenko Pangan, serta Kementerian Ketenagakerjaan.

Faktor lingkungan perumahan menjadi perhatian khusus dalam upaya ini. Benny menyampaikan kuman TBC yang berada di udara bisa mati dalam 15 hingga 30 menit jika terkena sinar matahari langsung, namun di dalam rumah tanpa ventilasi yang baik, kuman tersebut bisa bertahan berbulan-bulan. Pemberantasan TBC, kata dia, harus menyentuh aspek perumahan tidak layak sekaligus penemuan kasus medis secara aktif.

Inovasi Global Jadi Andalan

Lebih dari 100 alat diagnostik, 29 obat TBC, dan 18 kandidat vaksin tengah dikembangkan secara global sebagai andalan percepatan eliminasi penyakit ini. Vaksin TBC kandidat M72/AS01E kini dalam uji klinis fase 3 global yang dimulai Maret 2024, berlangsung di lima negara termasuk Indonesia, dengan melibatkan hingga 20.000 peserta.

“TBC masih menjadi tantangan besar. Ini bukan hanya masalah kesehatan, tetapi juga berkaitan dengan faktor sosial, ekonomi, gizi, dan lingkungan. Tidak ada waktu untuk menunda,” tegas Benny dalam konferensi pers, Senin (6/4/2026).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *