Kepling Temukan Korban, Segera Lapor ke Polsek Medan Labuhan
Setibanya di lokasi, Zain menggedor pintu rumah A dan menemukan kondisi yang membuatnya segera bertindak. “Sampai di sana, saya gedor lah lokasi ini. Begitu mereka buka pintu, saya masuk, saya lihat (Dodi) tadi sudah terbaring di atas tanah di bagian dalam gerbang,” kata Zain saat diwawancarai di kantor Lurah Sei Mati, Selasa (7/4/2026). Zain kemudian berlari ke Polsek Medan Labuhan untuk melaporkan kejadian tersebut, dan petugas kepolisian langsung menuju lokasi.
Zain juga sempat menyaksikan pihak A menyerahkan senjata tajam yang diduga milik korban kepada petugas yang datang ke lokasi. Pemilik rumah A kini tidak berada di rumahnya dan nomor teleponnya tidak dapat dihubungi sejak sore hari berikutnya.
Keluarga: Harusnya Diserahkan ke Polisi
Ayah korban, Zulkarnaen (56), mengakui mendapat informasi dari tetangga bahwa anaknya dianiaya karena tertangkap mencuri buah, namun ia tidak mengetahui jenis maupun jumlah buah yang dicuri. Zulkarnaen sangat menyayangkan perlakuan yang diterima anaknya dan menegaskan seharusnya Dodi diserahkan saja ke pihak berwajib jika memang terbukti bersalah.
“Kami sebagai orang tua tidak tahu kejadian anak saya. Mengambil buah saja, tapi masa sampai disiksa begini, sampai dia meninggal,” kata Zulkarnaen saat ditemui di rumahnya di Lorong 3 Mesjid Lingkungan 10, Kelurahan Sei Mati, Selasa (7/4/2026). Jasad Dodi dibawa ke RS Bhayangkara untuk diautopsi, dan setelah jenazah tiba di rumah duka, keluarga menemukan memar-memar di kepala dan wajah serta darah di hidung dan mulut korban. Pihak keluarga telah membuat laporan resmi ke Polres Pelabuhan Belawan dan berharap kasus ini diusut tuntas serta para pelaku dihukum sesuai hukum yang berlaku.