Teuku Riefky Harsya: Kekayaan Intelektual Kini Bisa Jadi Aset, Bukan Sekadar Karya

GEOSIAR.CO.ID 9 April 2026 Penulis : ph@geosiar.co.id

JAKARTA, GEOSIAR.CO.ID -Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menghadiri halal bihalal Masyarakat Profesi Penilai Indonesia di Hotel Bidakara, Jakarta, Rabu (8/4/2026), dalam rangka memperkuat hubungan kelembagaan antara pemerintah dan asosiasi profesi yang dinilai strategis bagi pengembangan ekosistem ekonomi kreatif nasional. Kehadiran Menteri Ekraf di forum itu sekaligus menjadi ajang penegasan kembali pentingnya kolaborasi lintas pemangku kepentingan dalam mewujudkan pembiayaan berbasis kekayaan intelektual. Acara dihadiri Ketua Umum MAPPI Budi Prasojo, Direktur Penilaian Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Edih Mulyadi, perwakilan Otoritas Jasa Keuangan Arif Rahman Bakri, serta Kepala Bidang P5 BPAD DKI Jakarta Yusi Dwi Rahmalia.

Teuku Riefky menegaskan bahwa pelantikan 64 Penilai Kekayaan Intelektual atau IP valuator pada Februari 2026 menjadi titik awal yang menentukan bagi pelaku kreatif yang selama ini kesulitan menjadikan karya mereka sebagai aset bernilai ekonomi. “Selama ini karya atau hasil kreasi hanya berhenti sebagai sebuah karya. Tetapi dengan adanya IP valuator ini, kekayaan intelektual kini dapat menjadi aset. Hal ini tentu akan sangat membantu, khususnya dalam membuka akses pendanaan,” ujar Teuku Riefky Harsya, Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif, dalam halal bihalal MAPPI di Jakarta, Rabu (8/4/2026). Keberadaan profesi penilai KI ini menjawab hambatan klasik pelaku industri kreatif yang karya-karyanya selama ini tidak diakui sebagai jaminan oleh lembaga keuangan.

Kementerian Dorong Lahirnya Merek Lokal hingga Bersaing di Kancah Global

Menteri Ekraf menekankan bahwa penguatan ekosistem ekonomi kreatif membutuhkan fondasi yang menyeluruh, tidak cukup hanya dari satu sisi. “Ini merupakan bagian dari upaya kita membangun fondasi industri yang berkembang pesat, mulai dari regulasi, peningkatan awareness, hingga kualitasnya. Secara sederhana, tugas kementerian adalah mendorong lahirnya local hero atau merek lokal untuk naik ke tingkat nasional. Selanjutnya, kita kurasi agar menjadi national champion yang mampu bersaing di tingkat global,” jelas Teuku Riefky Harsya dalam forum yang sama.

Kolaborasi hexahelix antara pemerintah, asosiasi profesi, lembaga keuangan, akademisi, pelaku industri, dan media dinilai Teuku Riefky sebagai kunci agar potensi ekonomi kreatif dapat berkontribusi lebih besar pada perekonomian nasional dari sisi investasi, perdagangan, dan penciptaan lapangan kerja. Teuku Riefky dalam forum itu didampingi Staf Ahli Bidang Pendanaan dan Pembiayaan Restog Krisna Kusuma serta Sekretaris Deputi Bidang Pengembangan Strategis Ekonomi Kreatif Abdul Malik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *