Wamenaker Afriansyah Noor: Industri Kini Cari Keterampilan, Bukan Sekadar Ijazah

GEOSIAR.CO.ID 9 April 2026 Penulis : ph@geosiar.co.id

BEKASI, GEOSIAR.CO.ID -Wakil Menteri Ketenagakerjaan Dr. Afriansyah Noor, M.Si. hadir mendampingi Menteri Ketenagakerjaan Yassierli dalam pembukaan resmi Pelatihan Vokasi Nasional 2026 Batch I di Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Bekasi, Rabu (8/4/2026). Program yang sepenuhnya dibiayai APBN ini menjadi salah satu program prioritas pemerintah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus mempercepat penyerapan tenaga kerja dari kalangan lulusan sekolah menengah. Turut hadir dalam pembukaan tersebut Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Darmawansyah serta Wakil Wali Kota Bekasi Abdul Harris Bobihoe.

Batch pertama yang dimulai serentak secara nasional sejak 1 April 2026 berhasil menjaring 10.405 peserta dari total 29.850 pendaftar melalui platform digital Skillhub. Dari jumlah peserta yang lolos, 5.833 orang diterima melalui jalur seleksi umum dan 4.572 orang melalui jalur kerja sama afirmatif dengan mitra industri dan masyarakat. Sepanjang 2026, program ini menargetkan 70.000 peserta dengan pembiayaan penuh dari APBN.

Gratis, Termasuk Makan Siang, Transportasi, dan Sertifikat BNSP

Program ini dirancang agar tidak ada hambatan finansial bagi peserta selama mengikuti pelatihan. Setiap peserta memperoleh pelatihan gratis, makan siang selama masa pelatihan, bantuan transportasi, perlindungan jaminan kecelakaan kerja dan jaminan kematian melalui BPJS Ketenagakerjaan, sertifikat pelatihan, sertifikat kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi, serta fasilitas asrama untuk jenis pelatihan tertentu. “Dukungan ini penting agar peserta dapat mengikuti pelatihan dengan lebih fokus tanpa terbebani biaya dasar selama proses belajar,” ujar Yassierli, Menteri Ketenagakerjaan, dalam sambutannya di BBPVP Bekasi, Rabu (8/4/2026).

Batch I dikhususkan bagi lulusan SMA, SMK, dan MA tahun kelulusan 2023 hingga 2025, dengan proses pendaftaran dan seleksi dilakukan sepenuhnya secara terpusat melalui platform Skillhub guna memastikan transparansi dan keterbebasan dari praktik diskriminatif. Pemerintah akan membuka batch-batch berikutnya sepanjang 2026 hingga target 70.000 peserta terpenuhi, termasuk melalui skema yang lebih fleksibel bagi masyarakat di luar lulusan sekolah menengah. “Yang dicari sekarang adalah skill atau keterampilan, bukan sekolahnya lulusan apa. Sekolah hanya sarananya,” kata Yassierli, Menteri Ketenagakerjaan, kepada para peserta di BBPVP Bekasi, Rabu (8/4/2026).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *