Wakil Ketua MPR Edhie Baskoro Yudhoyono: Jika APBN Gagal Lindungi Rakyat dari Gejolak Global, Daya Beli Masyarakat Terancam

GEOSIAR.CO.ID 11 April 2026 Penulis : ph@geosiar.co.id

JAKARTA, GEOSIAR.CO.ID -Wakil Ketua MPR RI sekaligus Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) menegaskan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) harus tetap berfungsi sebagai pelindung rakyat dari tekanan dinamika global yang semakin kompleks. Penegasan itu disampaikan dalam Diskusi Kebangsaan bertema “Indonesia di Tengah Gejolak Global: Strategi Fiskal, Energi, dan Perlindungan Rakyat” yang dihadiri para pakar, akademisi, teknokrat, serta anggota DPR dari Komisi XI, Komisi XII, dan Badan Anggaran, Rabu (8/4/2026).

Ibas menilai dunia saat ini berada dalam tiga lapisan dinamika besar yang saling terkait, yaitu geopolitik, geoekonomi, dan geostrategi, yang berdampak langsung pada stabilitas ekonomi global, perdagangan energi dan pangan, serta kebijakan moneter dan fiskal nasional.

Menurut Ibas, tekanan dari ketiga lapisan itu berujung pada pelemahan nilai tukar, gangguan arus modal, kenaikan harga energi dan pangan, serta meningkatnya beban subsidi dan kebutuhan perlindungan sosial di dalam negeri. Kondisi ini memerlukan respons kebijakan fiskal yang terukur dan berpihak kepada rakyat.

“Indonesia tidak berdiri sendiri. Kita terhubung dalam sistem global yang dinamis. Apa yang terjadi di dunia hari ini, langsung berdampak pada kehidupan rakyat kita, mulai dari harga energi, pangan, hingga daya beli masyarakat,” ujar Ibas, Wakil Ketua MPR RI sekaligus Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI, dalam Diskusi Kebangsaan di Jakarta, Rabu (8/4/2026).

Ibas menyoroti pentingnya menjaga keseimbangan antara fungsi perlindungan rakyat dan kesehatan fiskal negara secara bersamaan. Ketegangan global, menurutnya, telah memicu disrupsi rantai pasok dan perubahan pola perdagangan dunia yang langsung berimbas pada perekonomian domestik.

“APBN harus tetap menjadi shock absorber, melindungi rakyat dari tekanan global, sekaligus menjaga stabilitas ekonomi nasional,” tegasnya.

Fraksi Demokrat Siapkan Tiga Pendekatan: Stabilisasi, Reformasi, dan Kemandirian

Dalam forum tersebut, Fraksi Partai Demokrat memaparkan tiga pendekatan kebijakan yang akan dikawal secara bertahap. Untuk jangka pendek, Fraksi Demokrat mendorong stabilisasi melalui intervensi harga dan pasar, penguatan cadangan pangan dan energi, perluasan bantuan sosial, serta stabilisasi nilai tukar.

Jangka menengah mencakup reformasi subsidi yang tepat sasaran berbasis data, diversifikasi sumber impor dan ekspor, serta penguatan industri dalam negeri agar tidak terus bergantung pada rantai pasok luar negeri. Ibas menekankan pentingnya data yang akurat sebagai syarat mutlak agar subsidi benar-benar menjangkau kelompok yang membutuhkan.

Untuk jangka panjang, Ibas mendorong kemandirian energi melalui energi terbarukan, kedaulatan pangan nasional, transformasi ekonomi berbasis nilai tambah, dan peningkatan daya saing global secara menyeluruh. Ibas menekankan pemerintah telah mengambil langkah strategis dengan menjaga harga energi agar tidak membebani masyarakat serta menghadirkan berbagai paket kebijakan ekonomi yang berpihak kepada rakyat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *