Wamenaker Afriansyah Noor: Kuota Magang Nasional Naik Jadi 150 Ribu, Terbuka untuk Lulusan Baru
GEOSIAR.CO.ID 15 April 2026 Penulis : ph@geosiar.co.id
BOGOR, GEOSIAR.CO.ID -Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker), Afriansyah Noor, mengumumkan penambahan kuota Program Magang Nasional sebanyak 50 ribu peserta, dari sebelumnya 100 ribu menjadi 150 ribu pada 2026.
Pengumuman itu disampaikan saat kunjungan monitoring dan evaluasi program pemagangan di Rumah Sakit (RS) Ummi, Kota Bogor, Selasa (14/4/2026). Penambahan kuota merupakan hasil pembahasan bersama Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia.
“Kami sudah rapat dengan DPR RI untuk menambah kapasitas jumlah peserta, dari 100 ribu menjadi 150 ribu. Penambahan ini akan mulai berjalan pada batch selanjutnya di tahun 2026, sekitar Mei atau Juni,” ujar Afriansyah kepada wartawan, sebagaimana dilaporkan Viva Bogor.
Langkah ini diambil sebagai respons atas tingginya minat masyarakat terhadap Program Magang Nasional yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto. Program akan berlanjut hingga akhir masa kepemimpinan Presiden Prabowo pada 2029.
“Fokus utama kami adalah membantu anak-anak yang baru lulus agar bisa mendapatkan pengalaman kerja yang berkualitas dan relevan dengan latar belakang pendidikan mereka,” kata Afriansyah. Program ini terbuka untuk berbagai bidang, mulai dari industri, kesehatan, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), hingga pertambangan.
Sebanyak 9.000 perusahaan dari berbagai sektor telah bergabung dalam program ini. Pendaftaran dapat dilakukan melalui situs resmi Magang Nasional atau Magang Hub, dan setiap calon peserta dapat memilih dua posisi atau perusahaan yang diinginkan.
Setiap peserta mendapat uang saku dan biaya transportasi setara Upah Minimum Provinsi (UMP) di wilayah masing-masing.
“Setiap peserta mendapatkan uang saku yang layak, setara dengan UMP di wilayah masing-masing. Ini menjadi bentuk dukungan agar mereka bisa fokus belajar dan bekerja,” jelas Afriansyah. Tidak sedikit peserta yang berharap durasi magang dapat diperpanjang karena merasakan manfaat nyata dari pembelajaran langsung di lapangan, sebagaimana dilaporkan Viva Bogor.
www.geosiar.co.id

