HUT ke 78 Sumut, Hendrik Sitompul Apresiasi Kepemimpinan Bobby Nasution dan Soroti Ancaman Narkoba terhadap SDM

GEOSIAR.CO.ID 17 April 2026 Penulis : ph@geosiar.co.id

MEDAN, GEOSIAR.CO.IDPeringatan Hari Ulang Tahun ke 78 Provinsi Sumatera Utara menjadi momentum refleksi atas capaian pembangunan sekaligus tantangan nyata yang masih dihadapi daerah.

Tokoh masyarakat Sumatera Utara, Dr. Drs. Hendrik Sitompul, menyampaikan apresiasi terhadap kinerja Pemerintah Provinsi Sumatera Utara di bawah kepemimpinan Gubernur Bobby Nasution yang dinilainya membawa arah pembangunan yang semakin jelas.

“Di usia ke 78 ini, kita melihat adanya capaian yang cukup baik dan arah pembangunan yang semakin terukur. Kepemimpinan Gubernur Bobby Nasution menunjukkan komitmen dalam mendorong kemajuan Sumatera Utara,” ujar Hendrik.

Ia menilai berbagai indikator pembangunan menunjukkan tren yang relatif positif. Pertumbuhan ekonomi Sumatera Utara berada di kisaran empat hingga lima persen dalam periode terakhir, disertai peningkatan Indeks Pembangunan Manusia yang mencerminkan perbaikan kualitas hidup masyarakat.

Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan bahwa fondasi pembangunan daerah telah berjalan dan perlu terus diperkuat secara konsisten.

“Capaian ini patut diapresiasi. Artinya, arah kebijakan sudah berada pada jalur yang tepat, tinggal bagaimana konsistensi dan pemerataannya terus dijaga,” katanya.

Namun demikian, Hendrik mengingatkan bahwa di balik capaian tersebut, Sumatera Utara masih menghadapi tantangan serius, khususnya terkait kualitas sumber daya manusia.

Ia menyoroti persoalan narkoba yang hingga kini masih menjadi ancaman nyata bagi generasi muda di daerah.

“Persoalan narkoba ini sangat nyata dan mendesak. Ini bukan hanya isu hukum, tetapi sudah menjadi ancaman terhadap kualitas sumber daya manusia kita,” tegasnya.

Sebagai anggota DPR RI periode 2019-2024 Fraksi Partai Demokrat dan Ketua Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia DPD Sumatera Utara, Hendrik Sitompul menilai kualitas sumber daya manusia menjadi faktor penentu daya saing daerah ke depan.

“Kalau kita ingin Sumatera Utara maju, maka generasi mudanya harus sehat, produktif, dan memiliki daya saing. Ini menjadi pekerjaan besar bersama,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi perhatian Pemerintah Provinsi Sumatera Utara yang mulai menempatkan isu narkoba sebagai bagian dari fokus pembangunan manusia.

“Ini langkah yang tepat. Pembangunan tidak boleh hanya berorientasi pada fisik, tetapi juga harus menyentuh pembangunan manusia,” katanya.

Pendiri Yayasan Jangan Jemu Berbuat Baik tersebut juga menekankan pentingnya keterlibatan seluruh elemen masyarakat dalam menghadapi persoalan tersebut.

“Pencegahan harus dimulai dari lingkungan terdekat, baik keluarga, sekolah, maupun komunitas. Kita tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah,” ucapnya.

Hendrik Sitompul berharap, di usia ke 78 ini, Sumatera Utara tidak hanya terus tumbuh secara ekonomi, tetapi juga mampu menjaga kualitas generasi mudanya sebagai fondasi masa depan.

“Momentum ini harus menjadi pengingat bahwa pembangunan yang berhasil adalah pembangunan yang mampu menjaga masa depan generasi. Sumatera Utara harus maju dan juga kuat secara sosial,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *