Penegasan itu disampaikan Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kementerian Pertahanan RI Brigadir Jenderal TNI Rico Ricardo Sirait di Jakarta, Jumat (17/4/2026).
Rico menyatakan proses kajian dilakukan untuk memastikan rencana pembelian sesuai dengan kebutuhan pertahanan Indonesia.
“Opsi penambahan masih dalam tahap kajian oleh pemerintah,” kata Rico Ricardo Sirait saat dikonfirmasi wartawan di Jakarta, Jumat (17/4/2026).
Rencana pembelian tambahan mengemuka setelah pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron di Istana Élysée, Paris, pada Selasa 14 April 2026.
Pertemuan kedua kepala negara membahas sejumlah sektor kerja sama termasuk pengadaan alat utama sistem persenjataan dan penguatan industri pertahanan.
Media Prancis La Tribune sebelumnya melaporkan potensi kontrak berkisar 18 hingga 24 unit jet tempur produksi Dassault Aviation akan menjadi pembahasan dalam pertemuan tersebut.
Indonesia saat ini telah menerima tiga unit Rafale yang merupakan gelombang pertama dari total kontrak 42 pesawat.
Kontrak pengadaan 42 Rafale tersebut ditandatangani Prabowo Subianto saat masih menjabat Menteri Pertahanan periode 2019 hingga 2024.
Gelombang pertama pengiriman tiga unit tiba di Indonesia pada Januari 2026. Kementerian Pertahanan sebelumnya menyebut gelombang kedua yang juga berisi tiga unit dijadwalkan tiba pada pertengahan 2026.
Paket kerja sama pertahanan RI dan Prancis untuk pengadaan 42 Rafale ini ditandatangani pada 10 Februari 2022 oleh Prabowo Subianto dan Menteri Angkatan Bersenjata Prancis saat itu, Florence Parly.