Ruben Onsu Bantah Terjerat Pinjol, Kuasa Hukum Tantang Sarwendah Buktikan
Social Media
Communication
Bookmarking
Developer
Entertainment
Academic
Finance
Lifestyle
ph@geosiar.co.id
JAKARTA, GEOSIAR.CO.ID – Perselisihan pascacerai antara presenter Ruben Onsu dan mantan istrinya, Sarwendah, kembali memanas. Kali ini, polemik dipicu tudingan mengenai utang pinjaman online (pinjol) yang disebut berujung pada kedatangan debt collector (DC) ke rumah Sarwendah.
Dalam podcast bersama Denny Sumargo, Sarwendah mengaku mengalami peristiwa yang membuatnya trauma ketika rumahnya didatangi sejumlah orang yang mengaku sebagai penagih utang. Menurutnya, tagihan tersebut bukan atas namanya, melainkan atas nama Ruben Onsu.
“Tiba-tiba ada debt collector datang ke rumah aku pada saat aku lagi live. Tagihannya bukan atas nama aku pastinya,” ujar Sarwendah.
Ia mengatakan para penagih datang membawa berbagai tagihan, mulai dari kredit mobil, pinjaman online hingga kartu kredit yang seluruhnya menghubungi nomor telepon miliknya.
“Ada tagihan mobil, pinjol dari handphone, kartu kredit bank, semuanya kontaknya ke nomor aku.”
Sarwendah mengaku semakin ketakutan karena kedatangan para penagih terjadi pada malam hari.
“Jam 10 malam, tiga mobil yang datang. Ada KTP-nya juga. Aku trauma, aku takut. Aku di rumah perempuan, dua anak aku perempuan, tiba-tiba didatangi banyak orang,” katanya.
Pernyataan tersebut langsung dibantah kuasa hukum Ruben Onsu, Minola Sebayang. Ia menegaskan tudingan bahwa kliennya terjerat pinjaman online harus dibuktikan.
“Buktikan aja kalau memang Ruben ada pinjol,” kata Minola kepada wartawan, Kamis (30/7/2026).
Menurut Minola, tidak masuk akal jika Ruben menggunakan layanan pinjaman online mengingat aksesnya terhadap pembiayaan perbankan.
“Ngapain Ruben pinjol kalau dia bisa pinjam ke bank,” ujarnya.
Minola juga mempertanyakan cerita mengenai kedatangan debt collector pada malam hari. Menurutnya, mekanisme penagihan pinjaman online telah diatur oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
“OJK itu sudah ada aturan, tidak boleh menagih ke rumah di atas jam kerja. Jadi perlu dipertanyakan,” ucapnya.
Selain itu, ia menilai tidak logis apabila penagih utang mendatangi rumah Sarwendah jika pinjaman memang atas nama Ruben.
Perseteruan keduanya sebelumnya juga sempat memanas setelah Ruben mengaku menghentikan pemberian nafkah bulanan sebesar Rp200 juta karena mengaku kesulitan bertemu anak-anaknya. Pernyataan tersebut kemudian dibantah oleh pihak Sarwendah.
Di sisi lain, Sarwendah juga mengungkap awal mula sertifikat rumah di kawasan Cilandak diagunkan ke bank saat masih berumah tangga dengan Ruben. Ia mengaku hanya diminta menandatangani dokumen tanpa mengetahui secara rinci besaran pinjaman yang diajukan.
“Dia jelaskan tapi nggak secara detail. Pokoknya buat bangun rumah. Uangnya berapa aku enggak tahu,” kata Sarwendah.
Menurutnya, pola komunikasi seperti itu sudah terjadi sejak mereka masih menjalani kehidupan rumah tangga dan menjadi salah satu persoalan yang kerap muncul dalam hubungan mereka. Hingga kini, polemik antara Ruben Onsu dan Sarwendah masih terus bergulir di ruang publik.
