Andrea Dian Tanggapi Video Viral Nyimas Laula Marah di Gym Bali
Social Media
Communication
Bookmarking
Developer
Entertainment
Academic
Finance
Lifestyle
ph@geosiar.co.id
JAKARTA, GEOSIAR.CO.ID – Aktris Andrea Dian Bimo ikut menanggapi video viral yang memperlihatkan Nyimas Laula marah saat menjalani latihan angkat beban di sebuah pusat kebugaran (gym) di Bali.
Dalam video yang sempat beredar di media sosial, Nyimas terlihat tengah melakukan latihan Olympic weightlifting. Saat mengangkat barbel, seorang pria melintas di depan kamera yang digunakan untuk merekam latihannya.
Aksi tersebut membuat Nyimas menghentikan latihan, membanting barbel, lalu mencoba mengangkat beban kembali. Namun, percobaan keduanya gagal sehingga ia meluapkan emosinya dengan mengucapkan kata-kata bernada kasar.
Video itu kemudian ramai diperbincangkan warganet sebelum akhirnya dihapus oleh Nyimas.
Menanggapi peristiwa tersebut, Andrea Dian mempertanyakan alasan Nyimas sampai bereaksi demikian. Menurutnya, gym merupakan fasilitas umum yang digunakan bersama oleh banyak orang.
“Gym itu ruang bersama. Jadi mau lagi latihan, bikin konten atau cuma lewat, mungkin yang paling penting ya sama-sama sadar kalau kita sedang berbagi ruang. Jadi kenapa musti marah?” tulis Andrea melalui akun Threads miliknya, Senin (6/7/2026).
Pernyataan Andrea mendapat beragam respons dari pengguna media sosial. Banyak warganet juga mempertanyakan penyebab Nyimas bereaksi begitu emosional.
Setelah menghapus video tersebut, Nyimas akhirnya menyampaikan klarifikasi sekaligus permintaan maaf melalui media sosial.
Ia menjelaskan bahwa kemarahannya bukan semata-mata karena ada seseorang melintas di depan kamera.
Menurut Nyimas, pria tersebut sudah beberapa kali bolak-balik melewati area platform tempat ia berlatih untuk mengambil dan mengganti dumbbell. Padahal, di depan platform tersedia jalur lain yang dapat digunakan untuk berjalan.
“Tapi, dia malah melipir lewat platform. Iya, platform itu dedicated untuk Olympic weightlifting. Posisinya, saya sedang kelas dan attempt PR,” tulis Nyimas.
Ia menjelaskan, area platform memang dikhususkan untuk latihan Olympic weightlifting*. Karena itu, orang lain tidak disarankan melintas di area tersebut saat ada atlet yang sedang mengangkat beban.
Menurut Nyimas, tindakan tersebut berpotensi membahayakan keselamatan lifter maupun orang yang melintas.
“Karena bisa membahayakan lifter dan orang yang melewatinya,” tulisnya.
Meski telah memberikan penjelasan dan permintaan maaf, perdebatan di media sosial masih berlanjut. Sebagian warganet menilai reaksi Nyimas berlebihan, sementara lainnya memahami bahwa area latihan angkat beban memiliki aturan keselamatan yang harus dipatuhi.
