Demo Tuntut Perbaikan Jalan di Kantor Bupati Asahan Sempat Ricuh
Social Media
Communication
Bookmarking
Developer
Entertainment
Academic
Finance
Lifestyle
ph@geosiar.co.id
ASAHAN, GEOSIAR.CO.ID – Aksi unjuk rasa yang dilakukan seribuan warga di halaman Kantor Bupati Asahan, Sumatera Utara, Senin (6/7/2026), sempat diwarnai kericuhan.
Massa yang berasal dari empat desa di Kecamatan Bandar Pulau itu menuntut Pemerintah Kabupaten Asahan segera memperbaiki jalan penghubung antardesa yang telah lama rusak.
Dalam aksi tersebut, warga membawa ban bekas dan berupaya menerobos barisan Satpol PP yang berjaga di pintu masuk Kantor Bupati Asahan.
Aksi saling dorong antara massa dan petugas sempat terjadi saat demonstran mencoba memasuki area kantor.
Koordinator aksi berupaya menenangkan massa agar tidak bertindak anarkistis. Namun, situasi justru memanas hingga terjadi aksi baku hantam antara koordinator aksi dan beberapa peserta unjuk rasa.
Kericuhan akhirnya berhasil diredam aparat kepolisian yang langsung mengamankan situasi sehingga aksi tidak meluas.
Salah seorang warga, Hendrik Marpaung, mengatakan demonstrasi digelar untuk mendesak pemerintah segera memperbaiki jalan penghubung sepanjang sekitar 23 kilometer.
“Demo ini tuntutan warga empat desa untuk meminta perbaikan jalan penghubung sepanjang kurang lebih 23 kilometer,” ujarnya.
Menurut warga, kondisi jalan yang rusak telah menghambat aktivitas sehari-hari, mulai dari transportasi, perekonomian, hingga mobilitas masyarakat.
Mereka mengaku sudah lama menunggu perbaikan, namun hingga kini belum juga terealisasi.
Menanggapi tuntutan tersebut, Bupati Asahan Taufik Zainal Siregar mengatakan pemerintah telah menjadikan perbaikan jalan tersebut sebagai salah satu prioritas pembangunan.
Ia menyebut penanganan ruas jalan itu juga telah masuk dalam program Balai Jalan Provinsi Sumatera Utara.
“Tahun ini sudah prioritas, sudah masuk di Balai Jalan Provinsi Sumatera Utara,” kata Taufik.
Usai menerima penjelasan dari bupati, massa membubarkan diri secara tertib.
Meski demikian, warga menegaskan akan kembali menggelar aksi apabila perbaikan jalan yang mereka tuntut tidak segera direalisasikan.
