Gelar Profesor di Malaysia Dicabut Karena Klaim Kapal Romawi Belajar dari Melayu
Social Media
Communication
Bookmarking
Developer
Entertainment
Academic
Finance
Lifestyle
ph@geosiar.co.id
MALAYSIA, GEOSIAR.CO.ID – Universitas Islam Antarabangsa Malaysia (UIAM) resmi memberhentikan Solehah Yaacob dari jabatannya dan mencabut hak penggunaan gelar profesor yang selama ini disandangnya.
Solehah sebelumnya dikenal sebagai pengajar bidang linguistik di kampus tersebut, namun belakangan namanya lebih banyak muncul di pemberitaan akibat sejumlah pernyataan kontroversial soal sejarah.
Kantor Komunikasi, Advokasi, dan Promosi UIAM menyatakan bahwa pemutusan hubungan kerja terhadap Solehah telah berlaku sejak 27 April. Sejak tanggal tersebut, ia tidak lagi berhak memakai gelar profesor maupun mengatasnamakan posisi atau afiliasi resminya dengan UIAM dalam bentuk apa pun.
Dalam pernyataan tertulis yang dipublikasikan pada 23 Agustus, pihak universitas menegaskan bahwa larangan tersebut turut mencakup penggunaan gelar atau posisi yang mengaitkan Solehah dengan UIAM di materi promosi, pemberitaan media, publikasi ilmiah, iklan, maupun konten media sosial.
Universitas menyebut, setelah kontraknya berakhir, Solehah tidak lagi memegang jabatan profesor atau mewakili institusi dalam kapasitas resmi apa pun.
Pihak kampus menyampaikan langkah klarifikasi ini diambil demi menjaga akurasi persepsi publik terhadap UIAM sekaligus mempertahankan integritas institusional di tengah lanskap pendidikan tinggi Malaysia. Universitas berharap penegasan status Solehah dapat mencegah kebingungan atau kesalahpahaman publik di kemudian hari.
Dua Klaim yang Memicu Perdebatan
Nama Solehah pertama kali ramai diperbincangkan pada November 2025, ketika ia melontarkan hipotesis bahwa bangsa Romawi kuno kemungkinan mempelajari teknik pembuatan kapal dari para pelaut Melayu.
Dalam sebuah video yang beredar di YouTube, ia disebut mendasarkan klaim tersebut pada sumber-sumber bacaan klasik berbahasa Arab. Pernyataan ini memantik perdebatan luas karena menyentuh narasi sejarah hubungan antara peradaban Romawi dan masyarakat di kawasan Melayu.
Kontroversi berlanjut pada awal Agustus 2026, saat Solehah mengemukakan dugaan bahwa kekayaan bijih besi di Kedah kemungkinan berasal dari hujan meteor. Pernyataan ini kembali menuai kritik dari kalangan akademisi maupun masyarakat umum yang mempertanyakan dasar ilmiah dari klaim tersebut. Rentetan pernyataan itulah yang disebut menjadi latar belakang berakhirnya hubungan kerja antara Solehah dan UIAM, sekaligus pencabutan gelar profesor yang pernah disandangnya di bidang linguistik.
