Gubernur Sumut Bobby Nasution Tagih Kompensasi ke PLN, Usul Diskon Tarif Listrik
Social Media
Communication
Bookmarking
Developer
Entertainment
Academic
Finance
Lifestyle
ph@geosiar.co.id
MEDAN, GEOSIAR.CO.ID – Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution meminta PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) memberikan kompensasi kepada pelanggan yang terdampak pemadaman bergilir di sejumlah wilayah Sumatera Utara.
Permintaan tersebut disampaikan saat meninjau Kantor PLN Unit Pelaksana Pengatur Beban Sumatera Bagian Utara (UP2B Sumbagut) di Jalan Yos Sudarso, Medan, Senin (8/6/2026). Pemadaman berlangsung sejak Kamis (4/6/2026) malam setelah cuaca ekstrem merusak 12 menara transmisi listrik.
Bobby menilai gangguan pasokan listrik merugikan banyak pelaku usaha, terutama usaha kecil yang bergantung pada listrik.
Kompensasi yang diminta tidak harus berbentuk uang tunai, melainkan bisa berupa keringanan tagihan bagi pelanggan pascabayar atau diskon pembelian token bagi pelanggan prabayar.
“Saya mintanya bukan dalam bentuk uang tunai, siapa tahu bulan ini atau bulan depan listriknya bisa diskon karena usaha banyak yang terdampak. Itu seperti tempat makan, usaha kecil seperti warung dan salon yang butuh listrik dan pasti terdampak usahanya,” kata Bobby Nasution di Kantor PLN UP2B Sumbagut, Medan, Senin (8/6/2026).
Besaran kompensasi, menurut Bobby, berada di bawah kewenangan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Pemerintah Provinsi Sumatera Utara bersama PLN akan mendorong usulan itu ke kementerian tersebut.
Selain soal kompensasi, Bobby meminta PLN menyampaikan jadwal pemadaman lebih awal agar masyarakat, khususnya pelaku usaha, bisa bersiap.
“Kalau pagi-siang mati listriknya, mereka bisa buka setelah hidup lampu. Sebenarnya informasi yang harus kita perbaiki sama-sama, baik dari pihak PLN dan pemerintah,” ujar Bobby di lokasi yang sama, Senin (8/6/2026).
General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Sumatera Utara Mundakhir Salman menyatakan kebijakan kompensasi sepenuhnya mengikuti aturan pemerintah pusat.
“Kompensasi yang kita ikuti, ada peraturan menteri yang mengatur itu nanti dari ESDM. Kami ikuti aturan pemerintah saja,” kata Mundakhir Salman di Kantor PLN UP2B Sumbagut, Medan, Senin (8/6/2026).
Mundakhir menambahkan, Kementerian ESDM telah turun ke lapangan untuk mengecek kondisi, sementara PLN telah melaporkan jumlah pelanggan terdampak untuk dievaluasi.
Pemadaman kali ini terjadi tidak lama setelah listrik di wilayah Sumatera Bagian Utara sempat padam total selama dua hari pada 22 Mei 2026.
