Kemenperin Bantah Isu Dua Pabrik Otomotif Pindah dari Indonesia ke Vietnam
Social Media
Communication
Bookmarking
Developer
Entertainment
Academic
Finance
Lifestyle
ph@geosiar.co.id
JAKARTA,GEOSIAR.CO.ID -Kementerian Perindustrian (Kemenperin) membantah kabar yang menyebut dua produsen otomotif besar akan memindahkan fasilitas produksinya dari Indonesia ke Vietnam. Pemerintah memastikan hingga saat ini tidak ada laporan resmi terkait relokasi pabrik kendaraan dari Indonesia ke negara tersebut.
Isu tersebut mencuat setelah beredar informasi mengenai potensi perpindahan investasi industri otomotif ke Vietnam. Kabar itu memunculkan kekhawatiran terhadap iklim investasi dan masa depan industri kendaraan bermotor nasional.
Juru Bicara Kementerian Perindustrian Febri Hendri Antoni Arif menegaskan pemerintah belum menerima informasi resmi mengenai relokasi pabrik yang dimaksud.
“Sampai saat ini kami belum menerima informasi resmi terkait adanya relokasi dua pabrikan otomotif dari Indonesia ke Vietnam,” kata Febri Hendri Antoni Arif di Jakarta, Selasa, 24 Juni 2026.
Febri menyebut industri otomotif Indonesia masih memiliki daya tarik kuat bagi investor global karena didukung pasar domestik yang besar, rantai pasok yang relatif lengkap, serta berbagai insentif yang diberikan pemerintah.
“Indonesia masih menjadi salah satu basis produksi penting industri otomotif di kawasan Asia Tenggara,” ujarnya.
Kemenperin juga menilai sejumlah produsen kendaraan masih menunjukkan komitmen untuk mengembangkan investasinya di Indonesia, termasuk pada sektor kendaraan listrik dan industri komponen.
“Kami terus berkomunikasi dengan para pelaku industri. Sampai saat ini tidak ada penyampaian resmi mengenai pemindahan fasilitas produksi tersebut,” kata Febri.
Data Kemenperin menunjukkan industri otomotif nasional masih menjadi salah satu kontributor utama sektor manufaktur. Industri ini menyerap ratusan ribu tenaga kerja langsung dan jutaan tenaga kerja tidak langsung melalui jaringan pemasok komponen serta sektor pendukung lainnya.
Febri mengatakan pemerintah terus memperkuat daya saing industri nasional melalui berbagai kebijakan, termasuk insentif fiskal, pengembangan ekosistem kendaraan listrik, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia industri.
“Kami berupaya menjaga agar Indonesia tetap menjadi tujuan investasi yang kompetitif di tengah persaingan antarnegara yang semakin ketat,” ujarnya.
Sejumlah pelaku industri otomotif sebelumnya juga menyampaikan bahwa keputusan investasi tidak hanya ditentukan biaya produksi, tetapi juga ukuran pasar, stabilitas kebijakan, ketersediaan tenaga kerja terampil, dan kesiapan rantai pasok.
Kemenperin memastikan akan terus memantau perkembangan industri otomotif global dan menjaga komunikasi dengan seluruh produsen kendaraan yang beroperasi di Indonesia.
“Saat ini fokus kami adalah memastikan iklim usaha tetap kondusif sehingga investasi yang sudah ada dapat terus berkembang,” kata Febri.
