Mantan Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya Siap Bongkar Tender Motor Listrik Rp1 Triliun hingga Kaus Kaki
Social Media
Communication
Bookmarking
Developer
Entertainment
Academic
Finance
Lifestyle
JAKARTA, GEOSIAR.CO.ID – Mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Bidang Operasional Sony Sonjaya menyatakan siap membongkar proses tender pengadaan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) setelah resmi mengajukan diri sebagai justice collaborator (saksi pelaku yang bekerja sama).
Pengajuan itu disampaikan kuasa hukumnya di Kejaksaan Agung (Kejagung), Jakarta, Senin (8/6/2026). Sony merupakan satu dari tiga tersangka kasus dugaan korupsi tata kelola program MBG di BGN periode 2025-2026.
Pengadaan yang akan dibuka mencakup motor listrik, perangkat teknologi informasi, tablet, hingga kaus kaki.
“Klien kami akan mengungkap bagaimana proses tender seperti motor, lalu IT, kemudian tablet, lalu ada pengadaan kaus kaki dan sebagainya,” kata kuasa hukum Sony Sonjaya, Krisna Murti, kepada wartawan di Kejagung, Jakarta, Senin (8/6/2026).
Krisna menegaskan kliennya tidak membidangi pengadaan-pengadaan tersebut. Langkah menjadi saksi pelaku kerja sama disebut bukan upaya menghindar dari jerat hukum, melainkan sikap kooperatif untuk mengungkap keterlibatan pihak lain.
“Kita bukan menghindar dari permasalahan hukum, tapi kita ingin mengungkap dan kooperatif mengungkap siapa-siapa saja yang terlibat di dalam program unggulan presiden ini,” ujar Krisna Murti di Kejagung, Jakarta, Senin (8/6/2026).
Melalui kuasa hukumnya, Sony disebut telah menyerahkan lebih dari 20 nama kepada penyidik yang diduga mengetahui atau terlibat dalam perkara tersebut.
Kejagung menetapkan tiga tersangka dalam perkara ini, yakni mantan Kepala BGN Dadan Hindayana, Sony Sonjaya, dan mantan Wakil Kepala BGN Bidang Pengembangan Organisasi dan Hubungan Kelembagaan Lodewyk Pusung. Ketiganya diduga terlibat penyimpangan dalam penunjukan yayasan sebagai mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Barang yang masuk dalam pusaran kasus mencakup 21.801 unit motor listrik senilai sekitar Rp1 triliun, 32.000 pasang sepatu, 31.000 unit tablet, dan 5.400 unit televisi berukuran 75 inci.
