Menekraf: Festival Film Bisa Jadi Penggerak Ekonomi Daerah
Social Media
Communication
Bookmarking
Developer
Entertainment
Academic
Finance
Lifestyle
ph@geosiar.co.id
JAKARTA, GEOSIAR.CO.ID -Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menilai festival film tidak hanya menjadi ruang apresiasi karya sinema, tetapi juga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Menurutnya, kegiatan tersebut dapat menciptakan perputaran ekonomi melalui sektor pariwisata, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), hingga industri kreatif lokal.
Pernyataan itu disampaikan Teuku Riefky Harsya saat menghadiri pembukaan Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) Market di Yogyakarta. Pemerintah mendorong penyelenggaraan festival film di berbagai daerah sebagai bagian dari penguatan ekosistem ekonomi kreatif nasional.
“Festival film mampu menggerakkan ekonomi daerah karena melibatkan banyak pelaku usaha dan masyarakat lokal,” kata Teuku Riefky Harsya.
Menteri dari Partai Demokrat itu menjelaskan dampak ekonomi festival film tidak hanya dirasakan industri perfilman, tetapi juga sektor pendukung seperti perhotelan, transportasi, kuliner, dan perdagangan.
“Setiap penyelenggaraan festival menghadirkan pergerakan wisatawan, pelaku industri, investor, hingga komunitas kreatif yang berkontribusi terhadap ekonomi setempat,” ujarnya.
Riefky menilai festival film juga membuka peluang promosi daerah melalui karya audiovisual yang ditampilkan kepada publik nasional maupun internasional.
“Film dapat menjadi media efektif untuk memperkenalkan potensi budaya, destinasi wisata, dan karakter daerah kepada masyarakat luas,” katanya.
Pemerintah, lanjutnya, berkomitmen memperkuat industri film nasional melalui berbagai program pengembangan sumber daya manusia, pembiayaan, serta perluasan akses pasar bagi pelaku ekonomi kreatif.
“Kami ingin ekosistem perfilman Indonesia semakin kuat dan mampu memberikan manfaat ekonomi yang nyata bagi masyarakat,” ujar Riefky.
Data Kementerian Ekonomi Kreatif menunjukkan subsektor film, animasi, dan video menjadi salah satu sektor yang terus tumbuh dalam beberapa tahun terakhir. Pertumbuhan tersebut didukung meningkatnya jumlah produksi, festival, serta distribusi karya ke pasar internasional.
Penyelenggaraan festival film juga dinilai mampu mempertemukan sineas, investor, distributor, dan pelaku usaha kreatif dalam satu ekosistem yang saling mendukung.
“Kolaborasi menjadi kunci agar industri kreatif Indonesia dapat berkembang lebih cepat dan berkelanjutan,” kata Riefky.
Pemerintah berharap semakin banyak daerah memanfaatkan festival film sebagai sarana pengembangan ekonomi kreatif sekaligus promosi potensi lokal. Kehadiran festival yang berkelanjutan dinilai dapat menciptakan efek ekonomi jangka panjang bagi masyarakat setempat.
