Menko AHY Sebut Penataan Mrican Sleman Rp29 Miliar Layak Jadi Model Nasional
GEOSIAR.CO.ID 25 April 2026 Penulis : ph@geosiar.co.id
SLEMAN , GEOSIAR.CO.ID –Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK) Agus Harimurti Yudhoyono menilai penataan kawasan kumuh Mrican di Kabupaten Sleman layak menjadi model nasional.
Penilaian disampaikan saat AHY meninjau langsung kawasan bantaran Sungai Gajah Wong pada Jumat (24/4/2026).
Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang juga menjabat Ketua Umum Partai Demokrat menyusuri kawasan tersebut bersama Bupati Sleman Harda Kiswaya dan Sekretaris Daerah DIY Ni Made Dwipanti.
Penataan tahap pertama mencakup areal seluas 5 hektare. Anggaran penataan mencapai Rp29 miliar yang bersumber dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
Kawasan Mrican terletak di Kalurahan Caturtunggal, Kapanewon Depok. Sebelum ditata, kawasan tersebut tergolong permukiman padat dengan rumah berimpitan di bibir sungai dan kerap dilanda banjir.
“Lama saya meniatkan, merencanakan untuk datang secara langsung di Mrican ini untuk melihat secara langsung penataan kawasan yang sebelumnya adalah permukiman kumuh, kemudian bisa dikatakan disulap, direvitalisasi,” ujar AHY di kawasan Mrican, Jumat (24/4/2026).
Penataan menggunakan metode 3M (Mundur, Munggah, Madhep Kali). Konsep tersebut memundurkan posisi rumah dari bibir sungai dan mengarahkan bangunan menghadap aliran air.
AHY menilai konsep tersebut menghasilkan kualitas hunian yang lebih sehat dan aman dari ancaman banjir. Aliran sungai juga kini bersih dari tumpukan sampah yang sebelumnya menimbulkan bau menyengat.
“Sekarang konsepnya riverfront, rumah-rumah menghadap ke kali. Jadi lebih sehat, sirkulasi udara baik, dan kita bisa menyusuri pinggir kali dengan nyaman. Ini sangat baik untuk kualitas hidup masyarakat, terutama tumbuh kembang anak-anak yang butuh ruang terbuka,” kata AHY di lokasi penataan, Jumat (24/4/2026).
AHY menyatakan pemerintah akan melanjutkan penataan pada lahan tersisa seluas 15 hingga 16 hektare. Tahap kedua dan ketiga ditargetkan menyentuh kawasan permukiman padat lainnya di sekitar bantaran Sungai Gajah Wong.
Pemerintah juga membidik replikasi konsep penataan Mrican ke daerah lain di Indonesia. Program tersebut selaras dengan Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) arahan Presiden Prabowo Subianto.
“Ini inisiatif luar biasa. Ada sekitar 15-16 hektar lagi yang diharapkan bisa ditata di tahap 2 dan 3. Kita ingin mendorong ini juga di tempat-tempat lain di Indonesia,” ujar AHY di kawasan Mrican, Jumat (24/4/2026).
AHY menegaskan penghapusan kawasan kumuh menjadi salah satu prioritas yang dikawal Kementerian Koordinator Infrastruktur. Penataan kawasan diiringi pengelolaan sampah agar tidak menjadi sumber penyakit di lingkungan permukiman.
“Salah satu yang kita kawal adalah menghilangkan wajah kumuh di kota-kota. Kita tata kawasannya, kita tata sampahnya. Jangan lagi ada polusi yang mengganggu kesehatan karena sumber penyakit biasanya dari kawasan kumuh,” tegas AHY di kawasan Mrican, Jumat (24/4/2026).
AHY juga meninjau Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Condongcatur. Fasilitas tersebut mampu mengolah 8 hingga 10 ton sampah setiap hari dengan dukungan delapan pekerja.
Penataan Mrican menjadi bagian dari rangkaian kunjungan AHY di DIY pada Jumat (24/4/2026). Agenda kunjungan juga mencakup peninjauan pembangunan Sekolah Rakyat di Kulon Progo dan progres Jalan Tol Prambanan-Purwomartani.
Staf Khusus Menko Bidang Komunikasi dan Informasi Publik Herzaky Mahendra Putra menjelaskan kunjungan kerja tersebut bertujuan memastikan implementasi program berjalan sesuai rencana. Kunjungan ini sekaligus menjadi sarana mengidentifikasi tantangan implementasi program di tingkat daerah.
“Kunjungan kerja ini menjadi bagian dari langkah strategis pemerintah untuk memastikan pembangunan tidak hanya terfokus pada proyek infrastruktur berskala besar, tetapi juga menyentuh aspek fundamental seperti pendidikan, kualitas permukiman masyarakat, dan kesejahteraan rakyat,” ujar Herzaky dalam keterangan tertulis, Jumat (24/4/2026).
www.geosiar.co.id

