Putin Tuding Barat Dukung Serangan Ukraina ke Krimea
Social Media
Communication
Bookmarking
Developer
Entertainment
Academic
Finance
Lifestyle
ph@geosiar.co.id
MOSKOW, GEOSIAR.CO.ID -Presiden Rusia Vladimir Putin menuduh negara-negara Barat terlibat dalam peningkatan serangan Ukraina terhadap Krimea. Tuduhan itu disampaikan setelah Ukraina menggencarkan serangan pesawat nirawak (drone) dan sabotase terhadap sejumlah infrastruktur penting di wilayah yang dianeksasi Rusia pada 2014 tersebut.
Putin menyatakan serangan yang terus meningkat tidak hanya ditujukan pada sasaran militer, tetapi juga untuk mengganggu kehidupan masyarakat sipil dan perekonomian Rusia.
“Serangan terhadap infrastruktur sipil jelas bertujuan mengacaukan masyarakat Rusia,” kata Vladimir Putin saat pertemuan dengan pejabat pemerintah dan aparat keamanan di Moskow, Senin, 23 Juni 2026.
Pemimpin Kremlin itu menilai dukungan militer dan intelijen negara-negara Barat menjadi faktor yang memungkinkan Ukraina meningkatkan jangkauan serta intensitas serangan ke wilayah yang dikuasai Rusia.
Putin juga memerintahkan pemerintah dan Kementerian Pertahanan Rusia mengambil langkah tambahan untuk mengurangi dampak serangan yang terus berlanjut.
“Tugas pemerintah adalah mengambil langkah tambahan untuk meminimalkan, bahkan menghilangkan dampak dari tindakan tersebut,” ujar Putin.
Krimea dalam beberapa pekan terakhir menjadi sasaran serangkaian serangan drone Ukraina. Sejumlah fasilitas energi, depo bahan bakar, jalur kereta api, dan jembatan logistik dilaporkan mengalami kerusakan akibat serangan tersebut.
Pemerintah Rusia mengakui serangan itu mulai memengaruhi pasokan bahan bakar dan aktivitas ekonomi di beberapa wilayah. Antrean kendaraan di stasiun pengisian bahan bakar dilaporkan terjadi di sejumlah daerah, termasuk Krimea.
Ukraina menyatakan operasi tersebut merupakan bagian dari strategi untuk melemahkan kemampuan logistik militer Rusia di wilayah pendudukan. Kyiv menargetkan jalur distribusi pasukan, depot bahan bakar, dan infrastruktur yang digunakan untuk mendukung operasi militer Rusia.
Serangan terbaru dilaporkan menghantam jembatan rel di dekat Rozdolne, Krimea. Jembatan tersebut merupakan salah satu jalur penting pengiriman logistik Rusia menuju wilayah selatan Ukraina yang dikuasai pasukan Moskow.
Otoritas Rusia di Krimea kemudian memberlakukan sejumlah pembatasan, termasuk pengurangan aktivitas publik, pembatasan penjualan bahan bakar, serta pembatalan sejumlah kegiatan masyarakat sebagai langkah antisipasi.
Hubungan Rusia dan negara-negara Barat semakin memburuk sejak perang Ukraina pecah pada Februari 2022. Moskow berulang kali menuduh Amerika Serikat dan sekutunya terlibat langsung dalam konflik melalui bantuan senjata, pelatihan militer, dan dukungan intelijen kepada Kyiv.
Sementara itu, negara-negara Barat menegaskan bantuan tersebut diberikan untuk membantu Ukraina mempertahankan kedaulatannya dari invasi Rusia.
