Semua Kru Kapal Pertamina Gamsunoro Warga India? Begini Jawaban Pertamina

GEOSIAR.CO.ID 21 April 2026 Penulis : ph@geosiar.co.id

JAKARTA, GEOSIAR.CO.IDPelaut sekaligus kreator konten Indonesia Adrian Umar mengaku syok setelah mendapati seluruh awak kapal tanker Gamsunoro milik PT Pertamina International Shipping (PIS) merupakan warga negara India.

Adrian mengunggah rekaman komunikasi radionya dengan kru kapal Gamsunoro di media sosial dan viral pada Senin (20/4/2026). PIS langsung angkat bicara dengan menegaskan 94 persen awak kapal di seluruh armada Pertamina Group adalah pelaut Indonesia.

Adrian bertemu kapal Gamsunoro pada Sabtu (18/4/2026) di kawasan Selat Hormuz, Teluk Arab. Kapal tanker tersebut saat itu sedang melempar jangkar karena situasi pelayaran yang masih terganggu konflik di Timur Tengah.

Melalui akun pribadinya @andrianumar, Adrian membagikan rekaman percakapan radio dengan kru kapal Gamsunoro. Adrian awalnya berharap bisa bertukar sapa dengan sesama pelaut Indonesia setelah kapal BUMN itu tertahan berhari-hari di Teluk Arab.

“Dari mana kalian, dari India atau Indonesia?” tanya Adrian menggunakan bahasa Inggris dalam rekaman tersebut.

“Kru India, pemiliknya orang Indonesia tapi krunya India,” jawab kru kapal Gamsunoro.

Adrian mengaku terkejut dengan jawaban tersebut. Menurutnya, Indonesia memiliki sekitar 1,4 juta pelaut dan berada di peringkat ketiga dunia untuk kategori pelaut non-perwira.

“Itu salah satu percakapan saya dengan kru kapal tanker Gamsunoro. Syok, saya juga syok karena saya berharap itu ada orang Indonesia di sana,” kata Adrian dalam unggahannya, Senin (20/4/2026).

Adrian juga menyentil manajemen perusahaan BUMN yang menurutnya seharusnya memprioritaskan pelaut Indonesia. Ia berharap aspirasinya dapat menjadi masukan bagi pemerintah dan BUMN.

“Sebagai putra bangsa pasti kecewa, karena kalau tidak ada pelaut Indonesia, fine artinya tidak ada yang sanggup bawa kapal itu. Tapi Indonesia itu memiliki 1,4 juta pelaut, kita ada di urutan ketiga di dunia untuk non perwira,” ujar Adrian.

Unggahan Adrian langsung ramai diperbincangkan warganet hingga memancing tanggapan resmi dari PT Pertamina International Shipping. Pjs Corporate Secretary PIS Vega Pita menyampaikan klarifikasi dalam keterangan resmi di Jakarta, Senin (20/4/2026).

Vega menegaskan dalam operasional kapal-kapal Pertamina, pelaut Indonesia masih menjadi tulang punggung utama. Dominasi pelaut nasional mencapai 94 persen dari total awak kapal Pertamina Group.

“Ini menjadi bagian dari strategi kami dalam memperkuat daya saing perusahaan sekaligus meningkatkan peran Indonesia dalam industri maritim dunia. Dalam operasionalnya, kapal Pertamina faktanya masih didominasi oleh pelaut Indonesia hingga 94 persen,” kata Vega Pita di Jakarta, Senin (20/4/2026).

Vega merinci, jumlah Anak Buah Kapal (ABK) berkewarganegaraan Indonesia di seluruh armada Pertamina Group mencapai 4.090 orang. Jumlah tersebut mencakup pelaut di kapal-kapal yang beroperasi di pasar domestik maupun internasional.

Sementara itu, jumlah pelaut warga negara asing di kapal-kapal Pertamina Group hanya sekitar 278 orang atau 6 persen dari total ABK. Angka ini menunjukkan komitmen perusahaan terhadap penyerapan tenaga kerja pelaut dalam negeri.

Vega menjelaskan kapal Gamsunoro memang termasuk salah satu armada PIS yang beroperasi di pasar internasional. Kapal tersebut melayani rute strategis di kawasan Asia, Eropa, Amerika, dan Afrika.

“Saat ini kapal tersebut disewa oleh pihak ketiga yang mempekerjakan ABK sesuai dengan regulasi internasional dan standar operasional yang ketat,” kata Vega Pita.

Vega menambahkan, kerja sama antara PIS dengan pihak penyewa dan manajemen kapal merupakan praktik umum dalam industri pelayaran internasional. Pola tersebut dijalankan untuk meningkatkan kapabilitas dan kapasitas perusahaan di pasar global.

Pakar kemaritiman Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya Profesor Raja Oloan Saut Gurning turut memberikan penjelasan atas viralnya video Adrian. Ia menyebut pengoperasian kapal MT Gamsunoro yang saat ini mengangkut kargo pihak ketiga merupakan praktik bisnis legal di dunia pelayaran.

“Tentu saja, itu legal secara internasional, business practice-nya. Kenapa Gamsunoro ke negara lain untuk bawa kargo, karena memang utilisasinya harus terpenuhi, sehingga mendapat return dan bisa balik modal. Sementara kontrak-kontrak jangka panjang kita, tripnya tidak banyak,” kata Saut dikutip Selasa (21/4/2026).

Saut menjelaskan praktik sewa-menyewa kapal juga umum dilakukan berbagai perusahaan pelayaran untuk meningkatkan kapasitas angkut tahunan. Ia menganalogikan kondisi ini dengan pola operasional angkutan truk darat yang juga disewakan ke pihak lain.

Kapal Gamsunoro merupakan salah satu dari dua kapal PIS yang saat ini tertahan di Teluk Arab akibat penutupan Selat Hormuz oleh Iran. Kapal lain yang tertahan adalah Pertamina Pride yang mengangkut minyak mentah jenis light crude oil untuk kebutuhan energi dalam negeri.

Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral bersama Kementerian Luar Negeri masih terus melakukan negosiasi dengan otoritas Iran. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia memastikan komunikasi intensif dilakukan agar kedua kapal dapat segera melintasi Selat Hormuz dengan aman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *