Sosok dr Renanda Maulidya Fadyla Dokter IGD Pembully Pasien BPJS usai Komentar “Bacot Nih Pasien”
Social Media
Communication
Bookmarking
Developer
Entertainment
Academic
Finance
Lifestyle
ph@geosiar.co.id
MEDAN, GEOSIAR.CO.ID – Nama dr Renanda Maulidya Fadyla menjadi sorotan publik setelah diduga mengunggah komentar yang dinilai tidak berempati terhadap pasien BPJS Kesehatan, Yurizal Tri Chaerawan, di media sosial Threads.
Komentar tersebut viral dan memicu kecaman luas dari warganet. Perhatian publik semakin besar setelah Yurizal dikabarkan meninggal dunia pada 31 Juli 2026. Meski demikian, tidak ada bukti yang menyatakan kematian Yurizal berkaitan dengan komentar-komentar yang beredar di media sosial.
Dr Renanda diduga menuliskan komentar melalui akun Threads @nandafadyla_ pada 24 Juli 2026 dengan kalimat, “Bacot nih pasien.” Unggahan itu kemudian tersebar luas dan menuai kritik karena dinilai tidak mencerminkan empati yang seharusnya dimiliki seorang tenaga kesehatan.
Atas viralnya komentar tersebut, RSUD Inche Abdoel Moeis (IA Moeis) Samarinda, tempat Renanda bertugas, mengambil langkah dengan membebastugaskan sementara yang bersangkutan sambil menunggu proses evaluasi internal.
Direktur RSUD Inche Abdoel Moeis Samarinda, dr Osa Rafshodia, mengatakan pihak rumah sakit memberikan waktu kepada dokter tersebut untuk menjalani proses pemeriksaan.
“Untuk sementara, yang bersangkutan kami istirahatkan dulu agar lebih tenang. Dua sampai tiga hari, nanti kita lihat situasinya. Kami juga sudah melaporkan hal ini ke Inspektorat Daerah,” kata Osa, dikutip dari Kompas.com.
Osa menegaskan, pasien yang menjadi pembahasan di media sosial bukan dirawat di RSUD Inche Abdoel Moeis.
“Kejadiannya bukan di Rumah Sakit Moeis. Saya tidak tahu secara detail rumah sakit mana, tetapi yang jelas kejadiannya bukan di rumah sakit kami. Dokter tersebut hanya berkomentar di akun media sosial orang lain,” ujarnya.
Dr Renanda Maulidya Fadyla diketahui merupakan dokter yang bertugas di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Inche Abdoel Moeis Samarinda dengan status pegawai Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).
Berdasarkan keterangan pihak rumah sakit, ia telah bertugas sekitar satu tahun di RSUD Inche Abdoel Moeis. Selama menjalankan profesinya, Renanda juga pernah menjadi presenter dalam kegiatan Morning Report, yakni forum ilmiah yang membahas penanganan kasus-kasus medis di lingkungan rumah sakit.
Dari sisi pendidikan, Renanda merupakan lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman, Samarinda.
Kasus ini bermula ketika pasien BPJS Kesehatan, Yurizal Tri Chaerawan, mengunggah keluhan di Threads karena harus menunggu sekitar delapan jam untuk mendapatkan ruang rawat inap di rumah sakit.
Unggahan tersebut kemudian dibanjiri komentar dari sejumlah akun yang diduga milik dokter dan tenaga kesehatan. Sejumlah komentar dinilai bernada sinis dan tidak menunjukkan empati kepada pasien.
Peristiwa itu menjadi perhatian nasional setelah Yurizal meninggal dunia pada 31 Juli 2026. Sejak saat itu, berbagai institusi kesehatan melakukan penelusuran terhadap dugaan pelanggaran etik oleh tenaga kesehatan yang terlibat dalam percakapan di media sosial.
Kasus tersebut juga masuk dalam investigasi Konsil Kesehatan Indonesia (KKI), yang menyatakan telah mengidentifikasi sedikitnya 10 dokter dan tenaga kesehatan yang diduga melanggar etika profesi dalam penggunaan media sosial. Sementara itu, RSUD Inche Abdoel Moeis menegaskan proses evaluasi terhadap dr Renanda masih berlangsung sesuai ketentuan yang berlaku.
