Sosok dr Benny Christian Sihombing, Dokter yang Hina Pasien BPJS yang komentar ‘Ruang Jenazah Selalu Kosong’
Social Media
Communication
Bookmarking
Developer
Entertainment
Academic
Finance
Lifestyle
ph@geosiar.co.id
MEDAN, GEOSIAR.CO.ID – Nama dr Benny Christian Sihombing menjadi sorotan publik setelah komentarnya terhadap pasien BPJS Kesehatan, Yurizal Tri Chaerawan, viral di media sosial dan memicu kecaman luas.
Dokter yang bertugas di RSUD Ruteng, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), itu diduga ikut mengomentari unggahan Yurizal di platform Threads saat pasien tersebut mengeluhkan harus menunggu lama untuk mendapatkan ruang rawat inap di rumah sakit.
Alih-alih menunjukkan empati, Benny justru menulis komentar yang dianggap menyakitkan dan tidak pantas diucapkan oleh seorang tenaga kesehatan.
Dalam komentarnya, Benny menulis:
“Kalo full, mau dipindahkan kemana? Mau di lantai? Gak ada hubungannya sama BPJS atau nggak BPJS. Yang make banyak, otomatis yang dirawat juga banyak, ga cuma u sendiri. Kalo mau pindah cepat, noh ruang jenazah selalu kosong. Ngeselin dah, nakes/RS bahkan pemerintah melalui BPJS berusaha bantuin, masyarakatnya malah gini.”
Komentar tersebut langsung menuai kecaman dari warganet. Situasi semakin memanas setelah Yurizal dikabarkan meninggal dunia pada 31 Juli 2026. Meski tidak ada bukti yang mengaitkan kematian Yurizal dengan komentar-komentar di media sosial, unggahan para tenaga kesehatan kembali menjadi sorotan publik.
Setelah kasusnya viral, Benny mengunggah video permintaan maaf dan mengakui kesalahannya.
Ia menyatakan menyesal telah menulis komentar tersebut serta siap menerima seluruh konsekuensi yang timbul.
“Saya bertanggung jawab penuh atas segala tulisan yang saya buat. Jika pun nanti ada proses hukum, saya akan mengikutinya tanpa pembelaan ataupun menyewa pengacara,” kata Benny.
Ia juga menyatakan siap menerima sanksi dari rumah sakit, organisasi profesi, maupun Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK).
“Saya juga menerima konsekuensi dari rumah sakit, dari IDI, ataupun MKEK ataupun pengadilan ataupun instansi lain. Tidak ada klarifikasi, saya memohon maaf karena telah membuat keributan ini.”
Selain meminta maaf kepada publik, Benny turut menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Yurizal dan berjanji akan lebih bijak dalam menggunakan media sosial.
Menindaklanjuti kasus tersebut, RSUD Ruteng telah memberikan teguran keras kepada Benny Christian Sihombing.
Direktur RSUD Ruteng, Oktavianus Yanuarius, membenarkan pihak rumah sakit telah memanggil dokter tersebut untuk menjalani pembinaan dan proses evaluasi internal.
“Kita sudah lakukan pemanggilan, diberikan teguran, dan nanti ada mekanisme secara internal,” ujar Oktavianus, dikutip dari Kompas.com.
Benny Christian Sihombing diketahui merupakan dokter yang bertugas di RSUD Ruteng. Berdasarkan sejumlah sumber, ia merupakan alumni Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FK UI).
Salah satu karya ilmiahnya berjudul “Efek Ekstrak Etanol Daun Kari (Murraya koenigii) terhadap Kadar Malondialdehida dan Aktivitas Enzim Katalase di Jaringan Ginjal pada Model Tikus Diabetes Mellitus Tipe 2.”
Sejumlah laporan juga menyebut Benny berasal dari Pematangsiantar, Sumatera Utara, dan lahir pada tahun 1999. Ayahnya diketahui berprofesi sebagai guru. Setelah kasus ini viral, identitas keluarganya juga ikut menjadi perhatian di media sosial.
Kasus komentar terhadap Yurizal kini masih menjadi perhatian nasional. Konsil Kesehatan Indonesia (KKI) bersama organisasi profesi masih melakukan investigasi terhadap sejumlah dokter dan tenaga kesehatan yang diduga melanggar etik dalam penggunaan media sosial terkait kasus tersebut.
