Veloz Hybrid Laris, Toyota Kaji Peluang Hadirkan Avanza Hybrid
Social Media
Communication
Bookmarking
Developer
Entertainment
Academic
Finance
Lifestyle
ph@geosiar.co.id
TANGERANG, GEOSIAR.CO.ID – Toyota Astra Motor (TAM) membuka peluang menghadirkan teknologi hybrid pada Avanza setelah respons pasar terhadap Veloz Hybrid menunjukkan hasil positif.
Marketing Director PT TAM Bansar Maduma mengatakan, Toyota terus mempelajari kemungkinan penerapan teknologi elektrifikasi pada model lain, termasuk kendaraan keluarga 7-penumpang yang memiliki pasar besar di Indonesia.
“Kita tidak menutup mata untuk studi. Semua kebutuhan dan masukan dari masyarakat menjadi acuan kami untuk bagaimana mengembangkan next product,” ujar Bansar di ajang GIIAS 2026, ICE BSD City, Tangerang, Jumat (7/8/2026).
Peluang tersebut semakin terbuka setelah Veloz Hybrid mendapat respons positif dari konsumen. Sejak diluncurkan hingga pelaksanaan GIIAS 2026, model tersebut telah mencatat sekitar 16.000 surat pemesanan kendaraan (SPK).
Jumlah tersebut bahkan telah melampaui target awal yang ditetapkan Toyota.
“Berdasarkan data kami, total SPK sejak launching hingga sekarang sudah 16.000 unit. Jadi ini pastinya melebihi target kami,” kata Bansar.
Menurut Bansar, tingginya penerimaan terhadap Veloz Hybrid menunjukkan bahwa teknologi hybrid semakin diterima masyarakat Indonesia.
Penerimaan tersebut juga tidak terlepas dari pengalaman konsumen terhadap teknologi hybrid Toyota yang sebelumnya telah digunakan pada sejumlah model, seperti Yaris Cross dan Kijang Innova Zenix.
Selain teknologi, faktor harga juga dinilai berpengaruh terhadap minat konsumen. Veloz Hybrid saat ini dipasarkan dengan rentang harga Rp303 juta hingga Rp390 juta on the road (OTR) Jakarta.
“Ini membuka pintu buat seluruh masyarakat Indonesia untuk bisa memiliki mobil hybrid yang terjangkau, berkualitas, dan berlayanan,” ujar Bansar.
Melihat respons tersebut, Toyota menilai segmen mobil keluarga 7-penumpang masih memiliki peluang besar untuk diperluas dengan teknologi hybrid.
Avanza menjadi salah satu model yang berpotensi menggunakan teknologi tersebut. Namun, Toyota belum memastikan kapan atau apakah Avanza Hybrid akan benar-benar diproduksi.
Bansar mengatakan, karakter konsumen dan posisi Avanza di pasar berbeda dengan Veloz sehingga diperlukan kajian lebih lanjut.
“Kami juga melihat bahwa dengan acceptance hybrid, terutama di MPV 7-seater, ini mungkin bisa match dengan Avanza. Tapi kita tetap studi terus,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Avanza memiliki karakteristik konsumen dan segmen pasar tersendiri. Karena itu, Toyota harus mempertimbangkan berbagai aspek sebelum memutuskan penggunaan teknologi hybrid pada model tersebut.
“Avanza ini punya spesifikasi, customer, dan segmen yang mungkin agak berbeda. Sehingga kita mencoba bagaimana menghadirkan produk yang komplet untuk menjawab semua segmen di Indonesia. Jadi pasti akan kami studi,” kata Bansar.
Dengan demikian, Toyota untuk saat ini masih menempatkan Avanza Hybrid sebagai kemungkinan yang sedang dikaji, bukan sebagai produk yang sudah dipastikan akan diluncurkan.
Sementara itu, Veloz Hybrid pertama kali diperkenalkan Toyota dalam ajang Gaikindo Jakarta Auto Week (GJAW) 2025.
Capaian sekitar 16.000 SPK hingga GIIAS 2026 menjadi salah satu indikator bagi Toyota bahwa pasar kendaraan hybrid, khususnya di segmen MPV keluarga, memiliki prospek yang semakin kuat.
