Paus Leo XIV Peringatkan Perang Bisa Meluas, Doakan Libanon Tidak Terseret Konflik

GEOSIAR.CO.ID 11 Maret 2026 Penulis : es@gseosiar.co.id

MEDAN, GEOSIAR.CO.ID – Pemimpin Gereja Katolik dunia, Paus Leo XIV, menyampaikan keprihatinan mendalam atas eskalasi konflik di Iran dan Timur Tengah yang terus meluas, Minggu (8/3/2026).

Dalam pesan usai doa Angelus di Lapangan Santo Petrus, Vatikan, Paus secara khusus mewaspadai kemungkinan perang menyeret negara-negara tetangga ke dalam pusaran ketidakstabilan.

“Selain episode kekerasan dan kehancuran serta iklim kebencian dan ketakutan yang meluas, ada kekhawatiran bahwa konflik akan menyebar, dan bahwa negara-negara lain di kawasan itu, termasuk Libanon tercinta, mungkin sekali lagi akan terjerumus ke dalam ketidakstabilan,” ujar Paus Leo XIV di hadapan ribuan peziarah.

Ia memanjatkan doa agar deru bom berhenti, senjata terdiam, dan ruang dialog terbuka sehingga suara rakyat dapat didengar. Doa tersebut ia titipkan kepada Bunda Maria sebagai Ratu Perdamaian, agar ia menjadi pengantara bagi mereka yang menderita karena perang dan memimpin hati di jalan rekonsiliasi dan harapan.

Perang Dipicu Serangan AS dan Israel ke Iran
Konflik ini bermula pada 28 Februari 2026 ketika Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan udara ke Iran, termasuk serangan yang menewaskan pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei yang berusia 86 tahun. Iran kemudian melancarkan serangan balasan ke sejumlah wilayah di Timur Tengah.
Hingga 7 Maret 2026, sedikitnya 1.332 orang dilaporkan tewas di Iran akibat serangan AS dan Israel, termasuk lebih dari 160 siswi sekolah dasar yang tewas ketika bangunan sekolah mereka ikut terdampak di hari pertama perang. Di pihak AS, enam anggota militer tewas dan 18 terluka. Israel melaporkan 1.929 warganya dirawat di rumah sakit dan 11 tewas. Di Libanon, sekitar 454.000 warga terpaksa mengungsi akibat operasi militer Israel.

Dampak konflik juga dirasakan di negara-negara tetangga. Korban jiwa dilaporkan di Kuwait, Uni Emirat Arab, Irak, Bahrain, dan Oman, sementara sejumlah korban luka dilaporkan di Qatar dan Yordania.

Seruan Berulang dari Vatikan
Ini bukan seruan pertama Paus Leo XIV. Tepat sehari setelah perang meletus, pada Angelus 1 Maret 2026, Paus telah menegaskan bahwa stabilitas dan perdamaian tidak dibangun melalui ancaman atau senjata, melainkan hanya melalui dialog yang masuk akal, tulus, dan bertanggung jawab.

“Dihadapkan pada kemungkinan tragedi berskala sangat besar, saya dengan sepenuh hati memohon kepada semua pihak yang terlibat untuk memikul tanggung jawab moral menghentikan spiral kekerasan sebelum menjadi jurang yang tidak dapat diperbaiki,” ujarnya.

Pada 5 Maret 2026, Vatikan juga merilis pesan video Paus yang secara khusus meminta para pemimpin dunia untuk meninggalkan proyek-proyek kematian dan kembali ke jalur diplomasi.

Di hari yang sama dengan seruan perdamaian itu, Paus Leo XIV juga memperingati Hari Perempuan Internasional 8 Maret dengan menyatakan komitmen Gereja Katolik untuk mengakui kesetaraan martabat laki-laki dan perempuan, serta mengungkapkan keprihatinannya atas diskriminasi dan kekerasan yang masih dialami banyak perempuan di seluruh dunia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *