AHY didampingi Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan Didit Herdiawan Ashaf, Wakil Gubernur Banten Ahmad Dimyati, serta Bupati Tangerang Mochamad Maesyal Rasyid dalam kunjungan kerja ke Desa Tanjung Anom dan Desa Ketapang tersebut.
“Ini merupakan contoh nyata kolaborasi yang baik. Kami sangat mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Tangerang dalam menghadirkan kawasan hunian yang lebih layak dan tertata bagi masyarakat nelayan,” ujar AHY, sebagaimana dilaporkan Akurat Jakarta.
“Ini juga semangat yang sedang kita kawal bersama-sama, yaitu mewujudkan Indonesia ASRI: Aman, Sehat, Resik atau bersih, tertata, dan juga Indah,” kata AHY, sebagaimana dilaporkan ANTARA.
Setiap unit rumah dibangun di atas lahan sekitar 60 meter persegi dengan luas bangunan kurang lebih 30 meter persegi. Pembangunan 110 rumah tersebut merupakan kerja sama Pemkab Tangerang dengan Habitat for Humanity dan koperasi lokal, sebagaimana dilaporkan Banten Ekspres.
Total anggaran yang digelontorkan untuk menata dan membangun rumah nelayan di kawasan tersebut mencapai sekitar Rp13 miliar, menurut Bupati Maesyal, sebagaimana dilaporkan Satelit News.
Selain di Tanjung Anom, AHY juga meninjau kawasan Ketapang Aquaculture di Desa Ketapang, tempat 127 rumah telah bertransformasi menjadi lingkungan yang lebih asri dan produktif, sebagaimana dilaporkan Akurat Jakarta.
AHY juga menyoroti potensi kawasan mangrove di Desa Ketapang sebagai pelindung abrasi sekaligus destinasi ekowisata.
“Penanaman mangrove ini sangat penting sebagai bentuk mitigasi perubahan iklim. Ke depan, ini bisa menjadi destinasi wisata yang memberikan nilai ekonomi bagi warga,” tambah AHY, sebagaimana dilaporkan Akurat Jakarta.
Ke depan, AHY berjanji memperkuat legalitas kepemilikan tanah bagi hunian nelayan di kawasan tersebut. “Ke depan kami ingin kawasan ini tidak hanya tertata, tetapi juga semakin produktif dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat nelayan,” kata AHY, sebagaimana dilaporkan ANTARA.
Bupati Tangerang Maesyal Rasyid menyatakan komitmennya melanjutkan program bedah rumah melalui program Gebrak Pakumis (Gerakan Bersama Rakyat Atasi Kawasan Padat, Kumuh dan Miskin) serta program SELARAS (Sistem Lingkungan yang Aman, Ramah dan Berkesinambungan) yang tertuang dalam RPJMD Kabupaten Tangerang 2025 sampai 2030.
“Target kami adalah pembangunan 1.000 rumah layak huni setiap tahun. Kami akan terus melanjutkan ini hingga seluruh masyarakat Kabupaten Tangerang mendapatkan hunian yang layak,” tegas Maesyal, sebagaimana dilaporkan Akurat Jakarta.
Pemkab Tangerang juga berencana memperkuat infrastruktur pesisir melalui pembangunan tanggul penahan abrasi dan normalisasi sungai guna mendukung keberlanjutan lingkungan dan ekonomi masyarakat nelayan.