Masinton Pasaribu Soroti Wacana Pemakzulan, Sebut Politik Harus Beretika
Social Media
Communication
Bookmarking
Developer
Entertainment
Academic
Finance
Lifestyle
ph@geosiar.co.id
TAPANULI TENGAH,GEOSIAR.CO.ID -Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng) Masinton Pasaribu angkat bicara terkait munculnya wacana pemakzulan terhadap dirinya yang digulirkan sejumlah partai politik di DPRD Tapteng.
Masinton menilai langkah tersebut merupakan bentuk dinamika politik yang masih dipengaruhi kepentingan masa lalu. Ia meminta semua pihak meninggalkan pola politik yang menurutnya sudah tidak sesuai dengan kondisi saat ini.
“Cara-cara lama seperti itu harus ditinggalkan. Ini bukan zamannya lagi menggunakan politik yang tidak mengedepankan etika,” ujar Masinton, Minggu (6/9/2026).
Menurutnya, sejak berakhirnya masa jabatan kepala daerah Tapteng pada Mei 2022, daerah tersebut telah mengalami fase transisi pemerintahan dengan penunjukan penjabat bupati oleh pemerintah pusat.
Masinton menyebut tiga penjabat bupati yang pernah memimpin Tapteng dalam masa transisi juga menghadapi berbagai tekanan politik.
“Ironisnya, tiga-tiganya diganggu. Tindakan yang mengatasnamakan politik dan pemerintahan tetapi keluar dari batas kewenangan itu bukan cara yang baik,” katanya.
Tegaskan Mandat Rakyat Tidak Bisa Diganggu
Masinton menegaskan dirinya bersama Wakil Bupati Mahmud terpilih melalui proses demokrasi dan mendapat mandat langsung dari masyarakat.
Ia menyebut pasangan Masinton-Mahmud memenangkan suara mayoritas di 17 dari 20 kecamatan dalam Pilkada Tapteng.
“Ini mandat rakyat. Saya sebagai pelaksana mandat rakyat tidak akan diam. Tugas saya menjalankan amanah rakyat sebaik-baiknya, seluruhnya dan seadil-adilnya,” tegasnya.
Ia meminta pihak yang tidak menerima hasil politik untuk menghormati pilihan masyarakat dan menunggu momentum kontestasi berikutnya.
“Kalau ingin berkontestasi, siapkan dari sekarang untuk pilkada berikutnya. Jangan mengganggu pemerintahan yang sedang berjalan,” ujarnya.
Minta Semua Pihak Fokus Tangani Bencana
Masinton juga mengingatkan bahwa kondisi masyarakat saat ini membutuhkan persatuan, terutama setelah menghadapi bencana.
Menurutnya, perdebatan politik yang memicu kegaduhan justru dapat mengganggu upaya pemerintah dalam membantu masyarakat.
“Saat ini rakyat membutuhkan kebersamaan, bukan adu domba, bukan hasutan, apalagi kegaduhan yang tidak penting,” katanya.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga keharmonisan di Tapteng dengan mengedepankan nilai kearifan lokal “Sahata Saoloan” atau satu dalam kebersamaan.
Masinton menegaskan politik baginya bukan hanya soal kekuasaan, tetapi juga tanggung jawab membangun daerah.
Ia mengatakan pengalaman politik dan integritas menjadi modal utama dalam menjalankan pemerintahan.
“Politik bukan sekadar kekuasaan, tetapi bagaimana membangun dan membawa kemajuan,” pungkasnya.
