Banjir Rendam Empat Kecamatan di Medan, 617 Warga Mengungsi
Social Media
Communication
Bookmarking
Developer
Entertainment
Academic
Finance
Lifestyle
ph@geosiar.co.id
MEDAN, GEOSIAR.CO.ID -–Banjir merendam permukiman warga di empat kecamatan di Kota Medan setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut sejak Rabu (28/10/2026) malam hingga Kamis (29/10/2026) dini hari. Sebanyak 617 warga dilaporkan mengungsi ke 10 titik penampungan.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Medan, Yunita Sari, mengatakan jumlah pengungsi tersebut masih bersifat sementara karena petugas masih melakukan pendataan dan evakuasi di lokasi terdampak.
“Ini data sementara, saat ini personel di lapangan masih terus melakukan pendataan dan evakuasi,” ujar Yunita, Kamis (29/10/2026), dikutip dari detikSumut.
Berdasarkan data BPBD, banjir melanda Kecamatan Medan Maimun, Medan Tuntungan, Medan Johor, dan Medan Helvetia. Ketinggian air bervariasi mulai 20 sentimeter hingga 150 sentimeter, dengan genangan tertinggi dilaporkan terjadi di Kelurahan Aur, Kecamatan Medan Maimun.
Di kawasan Kampung Aur dan Sei Mati, banjir merendam rumah-rumah warga. Sejumlah warga terpaksa menyelamatkan diri ke tempat yang lebih aman ketika air terus meningkat pada Kamis dini hari.
Kepala Lingkungan 4 Kampung Aur, Adnan, mengatakan air naik dengan cepat sekitar pukul 03.00 WIB hingga mencapai sekitar tiga meter di titik tertentu.
“Naiknya yang paling cepat itu sekitar jam 03.00 WIB, itu kencang banget. Jam 03.00 pagi itu mulai naik kencang. Sampai kalau dari depan masjid itu sekitar 3 meter lah,” kata Adnan, dikutip dari kumparan.
Adnan menyebut sekitar 250 kepala keluarga terdampak banjir di Kampung Aur. Sebagian warga bahkan terpaksa mengungsi ke atap rumah untuk menyelamatkan diri dari kenaikan air.
Sementara itu, Nani (50), warga Gang Setia Baru, Kelurahan Sei Mati, Kecamatan Medan Maimun, mengatakan air mulai naik sekitar pukul 01.00 WIB dan merendam rumahnya hingga setinggi leher orang dewasa.
“Tadi malam jam 1 mulai naik airnya, waktu hujan. Rumah terendam, air sampe leher lah,” ujar Nani, dikutip dari detikSumut.
Warga lainnya, Ridho, mengatakan air mulai surut saat ditemui pada Kamis pagi. Meski demikian, sebagian warga masih memilih mengungsi ke masjid untuk menghindari kemungkinan kenaikan air kembali.
“Sekarang udah surut. Kalau warga rata-rata mengungsi ke masjid,” katanya.
BPBD bersama petugas terkait terus melakukan pendataan dan evakuasi terhadap warga yang terdampak. Warga di kawasan rawan banjir diharapkan tetap waspada terhadap kemungkinan kenaikan debit sungai dan genangan susulan apabila hujan kembali turun.
