Banggar DPRD Deli Serdang Curiga Harga Alat Medis RSUD Amri Tak Sesuai Spesifikasi
Social Media
Communication
Bookmarking
Developer
Entertainment
Academic
Finance
Lifestyle
ph@geosiar.co.id
LUBUK PAKAM, GEOSIAR.CO.ID – Badan Anggaran (Banggar) DPRD Deli Serdang menemukan dugaan ketidaksesuaian antara anggaran dan nilai sejumlah alat medis di RSUD Amri Tambunan saat melakukan kunjungan lapangan, Selasa (15/9/2026).
Dua alat yang menjadi perhatian Banggar yakni alat sterilisasi dengan anggaran sekitar Rp3,4 miliar dan alat laser untuk penanganan batu ginjal senilai Rp5,33 miliar.
Anggota Banggar DPRD Deliserdang, Hamdani Syahputra, mengatakan setelah melihat langsung peralatan dan spesifikasinya, pihaknya menemukan adanya dugaan ketidaksesuaian dengan nilai anggaran yang disediakan.
“Di RSUD Amri Tambunan kita temukan ada yang tidak sinkron. Misalnya anggaran alat sterilisasi harganya Rp3,4 miliar dan laser untuk batu ginjal Rp5,33 miliar, tapi setelah kita cek fisik dan spesifikasi, nilainya diduga tidak sesuai. Ini akan kita dalami lagi,” ujar Hamdani usai kunjungan.
Hamdani mengatakan, temuan tersebut tidak berhenti pada pemeriksaan lapangan. Banggar berencana meminta bantuan ahli untuk menilai kewajaran harga peralatan tersebut.
Pihaknya juga akan merekomendasikan kepada Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) agar dilakukan pemeriksaan ulang.
“Kita akan panggil ahli untuk menghitung kewajaran harga. Dan kita akan rekomendasikan BPK untuk audit ulang. Jika ada indikasi kerugian negara, tentu akan kita tindaklanjuti sesuai mekanisme,” tegasnya.
Kunjungan Banggar tersebut merupakan tindak lanjut pembahasan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2025 di DPRD Deliserdang.
Setibanya di RSUD Amri Tambunan, rombongan diterima Wakil Direktur I, II dan III. Direktur RSUD Amri Tambunan, dr Erlinda Yani, tidak terlihat dalam kunjungan tersebut karena disebut sedang mengikuti kegiatan di Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara sebelum melanjutkan agenda ke RSUP Adam Malik.
Rombongan kemudian meninjau sejumlah ruangan dan peralatan medis yang sebelumnya dibeli menggunakan anggaran pemerintah daerah.
Selain persoalan peralatan medis, Wakil Ketua DPRD Deliserdang Kuzu Serasi Wilson Tarigan juga menyoroti fasilitas parkir sepeda motor di rumah sakit tersebut.
Kuzu meminta agar pengunjung yang menggunakan sepeda motor tidak lagi dikenakan biaya parkir.
Menurutnya, RSUD merupakan fasilitas pelayanan publik yang banyak didatangi masyarakat, termasuk warga dengan kondisi ekonomi terbatas.
“Kalau saran saya nggak udah bayar lagi yang naik sepeda motor. Orang yang datang ke sini kan banyak yang orang susah jadi ngapain lagi dikutip parkir. Saya lagi berupaya ini supaya tempat-tempat pelayanan umum jangan ada lagi bayar-bayar parkir,” ujar Kuzu.
Wakil Direktur I RSUD Amri Tambunan, dr Evy Hutagalung, menjelaskan pengelolaan parkir saat ini dilakukan melalui kerja sama dengan pihak ketiga.
Dari pengelolaan tersebut, rumah sakit memperoleh penerimaan sekitar Rp5 juta per bulan yang disetorkan ke Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).
“Masukan yang positif sih (soal layanan parkir gratis untuk sepeda motor). Penerimaan dari pihak ketiga sekitar Rp5 juta sebulan. Segitu (dianggap kecil) karena nggak bisa disamakan tarifnya sama RS swasta,” kata dr Evy.
Mendengar nilai penerimaan tersebut, Kuzu menilai penghapusan tarif parkir sepeda motor tidak akan memberikan dampak besar terhadap pendapatan pemerintah daerah.
“Ya di sini juga kan banyak petugas keamanan. Kalau nggak mau menggratiskan biar gaji saya saja yang dipotong untuk itu,” katanya.
Selain RSUD Amri Tambunan, Banggar DPRD Deliserdang juga melakukan kunjungan ke Dinas Kesehatan. Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan peninjauan Laboratorium Dinas Lingkungan Hidup.
