Keracunan MBG Terjadi Lagi di Karo, 35 Siswa Dirawat
Social Media
Communication
Bookmarking
Developer
Entertainment
Academic
Finance
Lifestyle
ph@geosiar.co.id
KARO, GEOSIAR.CO.ID – Sebanyak 35 siswa SMKN 1 Merdeka, Kecamatan Merdeka, Kabupaten Karo, dilarikan ke RS Amanda Berastagi setelah mengalami gejala keracunan usai menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG), Senin (14/9/2026).
Para siswa langsung mendapat perawatan medis setelah mengalami keluhan yang diduga berkaitan dengan makanan MBG yang mereka konsumsi di sekolah.
Kepala SMKN 1 Merdeka, Mbina Bangun, membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan sekitar 35 siswa dibawa ke RS Amanda untuk mendapatkan penanganan.
“Sekitar 35 orang yang kena, semalam langsung dibawa ke RS Amanda,” ujar Mbina Bangun.
Dari jumlah tersebut, lima siswa telah diperbolehkan pulang dan menjalani rawat jalan. Sementara sekitar 30 siswa lainnya masih menjalani perawatan di RS Amanda Berastagi.
“Lima sudah pulang atau berobat jalan apabila ada keluhan lagi,” katanya.
Menu MBG yang dikonsumsi para siswa tersebut diketahui disuplai oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Cinta Rakyat.
Pihak sekolah masih melakukan pendataan untuk memastikan jumlah keseluruhan siswa yang mengalami gejala serta merinci siswa berdasarkan jenis kelamin dan jurusan.
“Lebih lanjut berapa siswi dan siswa yang terdampak keracunan serta kejuruannya, ini lagi kita data dan akan diinfokan lanjut,” ujar Mbina.
Hingga berita ini diterbitkan, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah IV Provinsi Sumatera Utara Zulkarnain Barus belum memberikan keterangan terkait kejadian tersebut.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karo, dr. Immanuel Sinuhaji, Sp.PA, juga belum memberikan keterangan saat dihubungi.
Belum Tuntas Kasus Sebelumnya
Kejadian di SMKN 1 Merdeka ini terjadi ketika penanganan kasus dugaan keracunan MBG yang sebelumnya menimpa ratusan siswa di Kabupaten Karo belum sepenuhnya selesai.
Pada 13 Agustus 2026, siswa dari sejumlah sekolah di Berastagi dan Kabanjahe mengalami gangguan kesehatan setelah menyantap menu MBG.
Mereka berasal dari SMAN 1 Berastagi, SMA Swasta Bersama, SMK Swasta Bersama, SMP Swasta Bersama dan SMP Negeri 3 Kabanjahe.
Lebih dari sebulan setelah kejadian tersebut, sejumlah siswa masih mengalami keluhan dan harus kembali menjalani pengobatan.
Tercatat sekitar 15 siswa masih rutin berobat karena kembali mengalami sakit, terutama keluhan pada bagian perut.
Dua di antaranya, Febiola br Purba dan Agnesia Paruliana br Silitonga, bahkan dirujuk ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta Pusat, untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.
Keduanya sebelumnya mendapat tawaran rujukan ketika Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menjenguk mereka pada Jumat (11/9/2026).
Sementara itu, Krismas Dayanti Br Sihite, siswa SMK 1 Berastagi yang sebelumnya menjalani perawatan di Rumah Sakit Haji Medan, kembali mengalami keluhan sakit pada bagian perut.
Sekretaris Dinas Kesehatan Sumatera Utara Hamid Rijal Lubis membenarkan Krismas kembali mendapat perawatan. Namun, ia tidak mengungkapkan rumah sakit tempat Krismas dirawat.
22 Siswa di Kisaran Ikut Terdampak
Kasus dugaan keracunan MBG juga terjadi di Kisaran, Kabupaten Asahan, pada hari yang sama.
Sebanyak 22 siswa MTsN 2 Kisaran dilaporkan mengalami gejala seperti pusing, mual hingga muntah-muntah setelah menyantap menu MBG.
Jumlah tersebut bertambah dari laporan awal pada Senin (14/9/2026) yang mencatat 13 siswa harus mendapat perawatan di RSUD Kisaran.
Pada Selasa (15/9/2026), sebanyak 19 siswa tercatat menjalani perawatan di RSUD Kisaran, sementara tiga siswa lainnya dirawat di RSU Wira Husada.
Rangkaian kejadian tersebut menambah kasus siswa yang mengalami gangguan kesehatan setelah mengonsumsi menu MBG di Sumatera Utara dalam beberapa waktu terakhir.
