Canggih! Canva AI 2.0 Resmi Meluncur, Desain Cukup Pakai Perintah Suara, Dipakai 230 Juta Pengguna Dunia

GEOSIAR.CO.ID 17 April 2026 Penulis : ph@geosiar.co.id

JAKARTA, GEOSIAR.CO.ID – Canva bukan lagi aplikasi desain biasa. Platform asal Australia itu resmi meluncurkan Canva AI 2.0 dalam ajang Canva Create 2026 pada Rabu (16/4/2026). Pembaruan ini disebut sebagai yang terbesar sejak Canva berdiri pada 2013.

Perubahan paling mencolok adalah antarmuka baru berbasis percakapan. Pengguna cukup mengetik atau mengucapkan perintah suara, lalu platform akan menghasilkan draf desain yang siap diedit, sebagaimana dilaporkan Campaign Indonesia.

Artinya, tanpa harus menggeser-geser template secara manual, pengguna bisa langsung mendeskripsikan kebutuhannya. Misalnya meminta poster promosi, presentasi, atau konten media sosial hanya lewat kalimat sederhana.

Canva menyebut pembaruan ini sebagai pergeseran mendasar. Platform yang selama ini dikenal sebagai aplikasi desain dengan fitur AI kini bertransformasi menjadi platform AI yang memiliki kemampuan desain, sebagaimana dilaporkan Campaign Indonesia.

Canva AI 2.0 membawa empat pilar utama. Pertama, Desain Berbasis Percakapan yang mengeksekusi ide dari instruksi suara maupun teks. Kedua, Orkestrasi Agen yang mengoordinasikan seluruh alat Canva secara otomatis untuk menyelesaikan satu tugas dari awal hingga akhir tanpa instruksi manual di setiap langkah, sebagaimana dilaporkan Campaign Indonesia.

Ketiga, Kecerdasan Berbasis Objek yang memungkinkan pengguna mengubah satu elemen tanpa mengganggu elemen lain dalam desain yang sama. Keempat, Memori Lestari yang mempelajari gaya kerja pengguna lalu menerapkan preferensi itu secara otomatis pada proyek berikutnya.

Selain empat pilar tersebut, Canva juga meluncurkan fitur Connectors yang menghubungkan platform dengan aplikasi produktivitas seperti Slack, Gmail, Zoom, Notion, hingga Google Drive. Pengguna bisa merangkum hasil rapat atau mengubah isi surel menjadi materi promosi secara instan, sebagaimana dilaporkan Viva Gadget.

Fitur lainnya mencakup Penjadwalan untuk mengotomatiskan produksi konten, Web Research untuk mengintegrasikan riset langsung ke dalam desain, Brand Intelligence untuk menjaga konsistensi identitas visual, serta Canva Code 2.0 yang mendukung impor berkas HTML, sebagaimana dilaporkan Campaign Indonesia.

Di sisi kreatif, Canva memperbarui Photo Editor dengan kemampuan sekelas Adobe Photoshop. Pengguna bisa menghapus atau mengubah objek latar belakang secara otomatis hanya dengan satu klik. Latar belakang hasil AI juga dirancang memperhatikan pencahayaan dan tata letak agar terlihat lebih realistis, sebagaimana dilaporkan Hybrid.co.id.

Seluruh fitur AI Canva didukung oleh sistem keamanan bernama Perisai Canva. Sistem ini mencakup moderasi masukan dan keluaran, penyaring keamanan, serta kontrol ketat atas data pelatihan AI untuk memastikan teknologi tersebut memperkuat kreativitas manusia, sebagaimana dilaporkan Hybrid.co.id.

Canva mengklaim platformnya kini digunakan oleh lebih dari 230 juta pengguna aktif setiap bulan. Mengutip riset perusahaan modal ventura Andreessen Horowitz, Canva menyebut dirinya sebagai platform AI ketiga yang paling banyak digunakan di dunia, sebagaimana dilaporkan Campaign Indonesia.

Meski begitu, ambisi besar Canva AI 2.0 ini menghadapi persaingan ketat dengan Adobe, Google, Microsoft Copilot, dan OpenAI yang juga terus memperkuat fitur AI di platform masing-masing.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *