ChatGPT Harus Jadi Pendamping Belajar, Bukan Jalan Pintas
GEOSIAR.CO.ID 10 April 2026 Penulis : ph@geosiar.co.id
JAKARTA, GEOSIAR.CO.ID –Kepala Bidang Pendidikan OpenAI untuk wilayah Asia Pasifik, Raghav Gupta, meminta seluruh pengguna — khususnya pelajar dan pengajar — mengubah cara mereka memanfaatkan kecerdasan buatan. Gupta menegaskan ChatGPT harus difungsikan sebagai pendamping belajar, bukan alat untuk menyelesaikan tugas secara instan. Pernyataan itu disampaikan dalam diskusi pekan edukasi yang digelar di Hotel Morrissey, Jakarta Selatan, Rabu (8/4/2026).
Pengguna di Indonesia telah mengirimkan 450 juta pesan ke ChatGPT hingga Maret 2026, dengan 70 persen di antaranya berasal dari kelompok usia 18 hingga 34 tahun. Gupta menyatakan justru perkembangan kecerdasan buatan membuat posisi guru kian tidak tergantikan, karena guru didorong bertransformasi dari pemberi materi menjadi mentor pengembangan kemampuan kemanusiaan.
ChatGPT-EDU dan Kursus Khusus Guru
OpenAI memperkenalkan konsep Custom GPT yang memungkinkan guru atau dosen merancang asisten kecerdasan buatan khusus yang hanya mengakses materi modul atau buku cetak tertentu. Pada versi institusi ChatGPT-EDU, OpenAI menjamin data sensitif dan hasil riset yang diunggah tidak akan digunakan untuk melatih model dasar perusahaan.
OpenAI meluncurkan kursus ChatGPT Foundations for Teachers di platform Coursera versi Bahasa Indonesia untuk membantu guru mengintegrasikan teknologi secara bertanggung jawab. Bagi kalangan profesional, tersedia platform OpenAI Academy, sementara untuk pelajar, OpenAI menerbitkan buku 100 Chats for Students yang mendokumentasikan cara kreatif siswa Indonesia menggunakan ChatGPT dalam mempelajari materi sulit.
Post Views: 1