China Batasi Ruang Udara 40 Hari Tanpa Penjelasan, Menhub Dudy Purwagandhi: Akan Berdampak ke Indonesia

GEOSIAR.CO.ID 10 April 2026 Penulis : ph@geosiar.co.id

JAKARTA, GEOSIAR.CO.ID -China memberlakukan pembatasan ruang udara selama 40 hari di wilayah lepas pantai timurnya, berlaku sejak 27 Maret hingga 6 Mei 2026, tanpa penjelasan resmi dari pemerintah maupun otoritas penerbangan sipil Beijing. Zona larangan terbang itu diterbitkan melalui Notice to Air Missions (Notam) dan mencakup lima area dari Laut Kuning hingga Laut China Timur di lepas pantai utara dan selatan Shanghai, dengan luasan yang melampaui wilayah daratan utama Taiwan. Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyatakan kebijakan tersebut berpotensi berdampak pada Indonesia. “Penutupan ruang udara di China akan berdampak pada Indonesia,” kata Dudy kepada wartawan di Jakarta, Kamis (9/4/2026) malam.

Durasi 40 hari dinilai sebagai anomali karena pembatasan serupa untuk latihan militer biasanya hanya berlangsung beberapa hari dan disertai pengumuman resmi. Ray Powell, Direktur Proyek SeaLight Universitas Stanford, menyatakan kombinasi status surface to unlimited dengan durasi panjang tanpa pengumuman latihan mencerminkan postur kesiapan operasional jangka panjang.

Analisis Militer: Sinyal Beijing ke Kawasan Indo-Pasifik

Christopher Sharman, Direktur China Maritime Studies Institute dari US Naval War College, menyebutkan area tersebut dapat dimanfaatkan untuk latihan manuver pertempuran udara yang dibutuhkan dalam skenario konflik kawasan. Seorang pejabat keamanan senior Taiwan menilai Beijing memanfaatkan fokus Amerika Serikat pada konflik Timur Tengah untuk meningkatkan kehadiran militer di Indo-Pasifik, dan menyebut pembatasan ini “jelas diarahkan ke Jepang.”

Dudy menegaskan pemerintah menahan kenaikan tarif tiket pesawat domestik agar tidak melampaui batas maksimal 13 persen guna mengantisipasi lonjakan permintaan penerbangan dalam negeri. Kenaikan harga avtur global akibat konflik Timur Tengah turut mempersulit posisi maskapai nasional di tengah situasi ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *