China Buka Sekolah Khusus Robot, Dilatih Kerjakan Pekerjaan Manusia
Social Media
Communication
Bookmarking
Developer
Entertainment
Academic
Finance
Lifestyle
ph@geosiar.co.id
CHINA, GEOSIAR.CO.ID – China membuka sekolah khusus robot humanoid untuk melatih mesin tersebut agar mampu menjalankan berbagai pekerjaan yang selama ini banyak dilakukan manusia.
Sekolah yang disebut sebagai salah satu yang pertama di China itu dibuka di Distrik Yuhang, Hangzhou, Provinsi Zhejiang, pada 29 Juni 2026. Institusi tersebut didirikan bersama Institute of Robotics dari Zhejiang University, Zhejiang Institute of Quality Sciences, serta sejumlah perusahaan industri.
Berbeda dengan sekolah pada umumnya, peserta didik di tempat ini merupakan robot humanoid. Mereka menjalani pelatihan dan serangkaian pengujian sebelum mendapatkan sertifikat keterampilan untuk menjalankan pekerjaan tertentu.
Sekitar 30 robot menjadi angkatan pertama. Robot-robot tersebut berasal dari berbagai sektor, mulai dari manufaktur, layanan, keamanan hingga hiburan.
Sebelum mengikuti pelatihan, kondisi setiap robot akan diperiksa. Setelah itu, robot mengikuti pelatihan sesuai bidang pekerjaan yang dituju dan menjalani pengujian dalam lingkungan nyata.
Pelatihan dibagi dalam empat bidang utama, yakni industri, kesehatan, seni dan olahraga. Materinya mencakup kemampuan teknis, persepsi terhadap lingkungan, mobilitas, estetika hingga pengoperasian perangkat.
Robot juga diberikan pembekalan mengenai etika. Kemampuan tersebut diperlukan agar robot tidak sekadar mengikuti perintah yang telah diprogram, tetapi mampu beradaptasi ketika menghadapi situasi berbeda di lapangan.
Setelah dinyatakan lulus, robot diharapkan dapat digunakan di berbagai tempat, seperti pabrik, museum, komunitas hingga fasilitas layanan publik.
Menariknya, proses pembelajaran tidak berhenti setelah robot mendapatkan sertifikat. Kemampuan robot akan terus diperbarui menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI).
Sekolah tersebut menggunakan sistem WJ-Brain yang dikembangkan Zhejiang University. Sistem ini dirancang untuk memberikan kemampuan penalaran logis pada model vision-language-action (VLA) yang digunakan robot.
Dengan teknologi tersebut, robot diharapkan mampu memahami situasi baru, menyusun rencana, menyelesaikan tugas dan mengambil keputusan secara lebih mandiri.
Pihak Zhejiang University belum mengungkap berapa lama robot harus menjalani pelatihan hingga dinyatakan lulus. Informasi mengenai persyaratan dan biaya pendidikan juga belum diumumkan.
Pembukaan sekolah tersebut menjadi salah satu langkah China dalam mendorong pengembangan sekaligus komersialisasi robot humanoid agar dapat digunakan secara lebih luas di dunia nyata.
Ke depan, model pendidikan seperti ini bukan tidak mungkin semakin berkembang seiring meningkatnya kemampuan robot dalam menjalankan berbagai pekerjaan yang sebelumnya membutuhkan tenaga manusia.
