Dua Pekerja Rumah Tangga Melompat dari Lantai 4 Kos Majikan di Benhil Jakarta Pusat, Satu Tewas dan Satu Patah Tulang
GEOSIAR.CO.ID 24 April 2026 Penulis : ph@geosiar.co.id
JAKARTA, GEOSIAR.CO.ID -Dua pekerja rumah tangga (PRT) melompat dari lantai empat sebuah rumah kos majikan di kawasan Bendungan Hilir, Tanah Abang, Jakarta Pusat, pada Rabu (22/4/2026) malam.
Satu korban meninggal dunia di tempat kejadian, sementara satu korban lainnya mengalami patah tulang dan menjalani perawatan di Rumah Sakit Mintohardjo.
Polisi menduga kedua PRT melompat dalam upaya kabur dari tempat kerja.
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra membenarkan peristiwa tersebut saat dikonfirmasi wartawan di Jakarta, Kamis (23/4/2026).
“Benar satu PRT tewas,” kata AKBP Roby Heri Saputra kepada wartawan di Jakarta, Kamis (23/4/2026).
Peristiwa terjadi sekitar pukul 23.00 WIB pada Rabu malam dan pertama kali diketahui warga sekitar yang melihat kejadian.
Menurut Roby, warga yang melihat kejadian langsung memberikan pertolongan dan menghubungi layanan ambulans.
“Setelah kedua PRT loncat, ada warga yang melihat kejadian, langsung ditolong warga,” ujar AKBP Roby Heri Saputra kepada wartawan di Jakarta, Kamis (23/4/2026).
Satu korban tidak tertolong dalam kejadian, sementara korban yang selamat sempat dievakuasi ke rumah sakit dan kini mulai dapat memberikan keterangan awal kepada penyidik.
Polisi masih mendalami penyebab pasti kedua korban melompat dari bangunan empat lantai tersebut.
Informasi sementara dari pemeriksaan saksi menyebutkan kedua korban tidak betah bekerja di tempat tersebut dan berupaya kabur dengan cara melompat.
“Informasi sementara, orang itu katanya tidak betah, terus kabur dengan cara melompat,” kata Roby kepada wartawan di Jakarta, Kamis (23/4/2026).
Roby menambahkan bahwa informasi tersebut masih perlu didalami lebih lanjut oleh penyidik.
“Betul ingin kabur, tapi kami tidak tahu bener apa tidak, karena informasi awalnya seperti itu, makanya masih diperiksa,” ujar Roby di Jakarta, Kamis (23/4/2026).
Keterangan saksi juga menyebut majikan kedua PRT bersikap galak, namun belum ada kepastian apakah yang dimaksud berupa kekerasan verbal atau tindakan fisik.
“Saksi enggak ngomong suka disiksa, tapi majikan galak, nah itu kan galak bisa saja dengan omongan, bisa saja dengan tindakan,” kata Roby kepada wartawan di Jakarta, Kamis (23/4/2026).
Roby menegaskan istilah galak tersebut masih perlu didalami oleh penyidik untuk memastikan bentuk perlakuan yang dimaksud.
Pihak majikan kedua PRT telah dimintai keterangan oleh penyidik Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Pusat.
Penyidik juga masih mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi lain untuk mengungkap kronologi peristiwa secara utuh.
Bangunan tempat kejadian merupakan rumah kos empat lantai, dengan tiga lantai difungsikan sebagai kos dan satu lantai sebagai hunian pemilik bangunan.
www.geosiar.co.id

