Presiden Prabowo Ingin Tingkatkan Jumlah Konser K-Pop di Indonesia

GEOSIAR.CO.ID 24 April 2026 Penulis : ph@geosiar.co.id

JAKARTA, GEOSIAR.CO.IDPresiden Prabowo Subianto ingin meningkatkan jumlah konser K-Pop di Indonesia sebagai hasil diplomasi kunjungan kenegaraan ke Korea Selatan pada awal April 2026.

Rencana tersebut diumumkan Menteri Luar Negeri Sugiono (Partai Gerindra) dalam konferensi pers di Kantor Staf Presiden, Jakarta, Rabu (22/4/2026).

Kunjungan Prabowo ke Korea Selatan menghasilkan komitmen kerja sama senilai USD 10 miliar.

Sugiono menjelaskan rencana peningkatan konser K-Pop disampaikan langsung dalam pembicaraan antara Presiden Prabowo dan Presiden Korea Selatan Lee Jae-myung di Seoul.

“Kemarin juga dalam sebuah percakapan disampaikan kepada, khusus untuk penggemar K-Pop, berencana untuk meningkatkan jumlah konser bagi para pecinta K-Pop,” kata Menteri Luar Negeri Sugiono dalam konferensi pers di Kantor Staf Presiden, Jakarta, Rabu (22/4/2026).

Menurut Sugiono, peningkatan konser tersebut ditujukan untuk memberikan manfaat langsung kepada para penggemar K-Pop di Indonesia.

Prabowo sebelumnya menjalani kunjungan kenegaraan ke Seoul dan bertemu Carmen, anggota grup K-Pop Hearts2Hearts yang merupakan warga negara Indonesia, pada Rabu (1/4/2026).

Pertemuan berlangsung di sela jamuan kenegaraan Presiden Lee Jae-myung di Istana Kepresidenan Republik Korea, Cheong Wa Dae.

Carmen dengan nama lengkap Nyoman Ayu Carmenita merupakan warga negara Indonesia pertama yang debut di bawah naungan SM Entertainment, salah satu agensi hiburan terbesar di Korea Selatan.

Sugiono mengaku baru mengetahui bahwa ada warga negara Indonesia yang menjadi anggota grup K-Pop di Korea Selatan.

“Karena ternyata ada juga, saya juga baru tahu, personel dari grup-grup di sana itu juga ada orang Indonesia yang menjadi personelnya, forgive my ignorance,” kata Sugiono dalam konferensi pers di Kantor Staf Presiden, Jakarta, Rabu (22/4/2026).

Kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo ke sejumlah negara disebut Sugiono selalu menghasilkan kesepakatan konkret yang berdampak langsung kepada masyarakat Indonesia.

Kunjungan ke Jepang menghasilkan kesepakatan dagang senilai kurang lebih USD 23,63 miliar, sementara kunjungan ke Korea Selatan mencatatkan komitmen kerja sama senilai USD 10 miliar.

“Di Jepang sendiri ada satu kesepakatan dagang yang dilakukan sebesar kurang lebih 23,63 miliar US Dollar, kemudian di Korea Selatan sebesar 10 miliar US Dollar,” ujar Sugiono dalam konferensi pers di Kantor Staf Presiden, Jakarta, Rabu (22/4/2026).

Sugiono menegaskan bahwa setiap kunjungan kenegaraan dirancang agar hasilnya dapat dirasakan langsung oleh rakyat Indonesia.

“Kunjungan ini adalah merupakan suatu kunjungan di mana kita ingin menghasilkan sesuatu yang sifatnya dirasakan langsung oleh rakyat Indonesia dari hubungan kita dengan berbagai negara di dunia,” tutur Sugiono dalam konferensi pers di Kantor Staf Presiden, Jakarta, Rabu (22/4/2026).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *