Hendrik Sitompul: 25 Tahun Demokrat Tetap Setia Bersama Rakyat
Social Media
Communication
Bookmarking
Developer
Entertainment
Academic
Finance
Lifestyle
ph@geosiar.co.id
JAKARTA, GEOSIAR.CO.ID – Memperingati 25 tahun Partai Demokrat, Wakil Bendahara Umum DPP Partai Demokrat Hendrik Sitompul menilai perjalanan partai selama seperempat abad tidak terlepas dari kontribusi para pemimpin yang telah membawa Demokrat melewati berbagai fase politik nasional.
Hendrik mengatakan, sejak berdiri pada 2001, Demokrat telah mengalami berbagai dinamika, mulai dari menjadi kekuatan politik besar nasional hingga menghadapi perubahan peta politik setelah tidak lagi menjadi partai penguasa.
Menurut Hendrik, salah satu fase penting dalam perjalanan Demokrat adalah ketika Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memimpin Indonesia selama dua periode. Ia menilai kepemimpinan SBY menjadi bagian penting dalam sejarah bangsa sekaligus perjalanan Partai Demokrat.
“Pak SBY adalah tokoh yang memiliki jasa besar bagi bangsa dan juga Partai Demokrat. Beliau dipercaya rakyat Indonesia menjadi presiden selama dua periode. Kepemimpinan beliau membawa stabilitas politik, pembangunan, dan berbagai kemajuan bagi Indonesia,” ujar Hendrik.
SBY terpilih sebagai Presiden RI melalui Pemilu Presiden 2004 dan kembali memenangkan Pilpres 2009. Pada Pemilu Legislatif 2009, Partai Demokrat juga mencatat sejarah dengan menjadi partai dengan perolehan suara terbesar dan memperoleh 148 kursi DPR RI.
Hendrik menilai keberhasilan tersebut tidak hanya menjadi capaian politik, tetapi juga menunjukkan besarnya kepercayaan masyarakat terhadap Demokrat pada saat itu.
“Kepercayaan rakyat menjadi kekuatan utama sebuah partai. Karena itu, perjalanan Demokrat selama 25 tahun harus terus dijaga dengan kerja nyata dan keberpihakan kepada masyarakat,” katanya.
Hendrik yang pernah menjadi anggota DPRD Kota Medan periode 2014–2019 dan anggota DPR RI periode 2019–2024 mengatakan, pengalaman politik Demokrat menunjukkan bahwa kekuatan partai tidak hanya ditentukan oleh hasil pemilu, tetapi juga kemampuan kader dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat.
Ia menilai kader Demokrat memiliki tanggung jawab untuk menjaga hubungan dengan masyarakat melalui kerja nyata di berbagai bidang.
Selain mengenang perjalanan Demokrat di masa kepemimpinan SBY, Hendrik juga menyampaikan pandangannya terhadap kepemimpinan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai Ketua Umum Partai Demokrat.
Menurut Hendrik, AHY mampu menjaga soliditas partai dan melakukan konsolidasi organisasi di tengah dinamika politik yang terus berubah.
“Mas AHY menunjukkan kepemimpinan yang baik. Beliau mampu menjaga kekompakan kader, memperkuat organisasi, dan membawa Demokrat tetap memiliki peran dalam politik nasional,” ujar Hendrik.
Hendrik juga mengapresiasi AHY yang saat ini dipercaya mengemban amanah sebagai Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan. Menurutnya, jabatan tersebut menjadi bukti bahwa kader Demokrat memiliki kemampuan untuk berkontribusi dalam pemerintahan.
“Sebagai kader Demokrat tentu kita bangga melihat Mas AHY mendapat kepercayaan besar dari pemerintah. Ini menunjukkan kapasitas beliau untuk bekerja dan memberikan kontribusi bagi pembangunan Indonesia,” katanya.
Memasuki usia ke-25 tahun, Hendrik berharap Demokrat terus menjaga semangat awal berdirinya partai, yakni memperjuangkan kepentingan masyarakat.
Menurutnya, perjalanan panjang Demokrat menjadi pengingat bahwa keberhasilan politik harus selalu diikuti dengan tanggung jawab kepada rakyat.
“Demokrat harus terus bersama rakyat. Karena kekuatan partai berasal dari kepercayaan masyarakat yang harus dijaga melalui kerja dan pengabdian,” tutup Hendrik.
