Hendrik Sitompul Bawa Aspirasi Eksportir Sumatera Utara Pada Rakernas GPEI 2026
Social Media
Communication
Bookmarking
Developer
Entertainment
Academic
Finance
Lifestyle
ph@geosiar.co.id
JAKARTA, GEOSIAR.CO.ID -Ketua Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI) DPD Sumatera Utara Dr. Drs. Hendrik H. Sitompul, MM, menghadiri pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Ke-1 GPEI 2026 yang berlangsung di Merlynn Park Hotel, Jakarta, Minggu (23/8/2026).
Rakernas Ke-1 GPEI 2026 menjadi forum konsolidasi organisasi yang mempertemukan pengurus GPEI dari berbagai daerah. Dalam rangkaian kegiatan tersebut, DPD GPEI Sumatera Utara dijadwalkan akan menyampaikan laporan mengenai capaian, permasalahan, dan rekomendasi penguatan ekspor daerah.
Hendrik Sitompul, yang merupakan Anggota DPR RI periode 2019–2024 dari Daerah Pemilihan Sumatera Utara I tersebut, mengatakan penguatan ekspor daerah membutuhkan perhatian terhadap berbagai aspek, mulai dari daya saing pelaku usaha hingga dukungan infrastruktur perdagangan.
“Sumatera Utara memiliki potensi besar dalam perdagangan internasional. Potensi ini harus terus diperkuat agar semakin banyak pelaku usaha daerah yang mampu masuk dan bersaing di pasar global,” ujar Hendrik.
Dalam laporan GPEI DPD Sumatera Utara untuk Rakernas 2026, tercatat nilai ekspor Sumatera Utara periode Januari–April 2026 mencapai US$4,24 miliar atau tumbuh 12,13 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025. Pada periode tersebut, surplus neraca perdagangan Sumatera Utara mencapai US$2,38 miliar.
Hendrik menilai capaian tersebut menunjukkan peran penting Sumatera Utara dalam menopang perdagangan luar negeri Indonesia. Namun, menurutnya, pertumbuhan ekspor perlu diikuti dengan penguatan basis eksportir, diversifikasi produk, serta peningkatan dukungan terhadap pelaku usaha baru.
Berdasarkan data yang disampaikan GPEI DPD Sumatera Utara, sektor industri menjadi penyumbang terbesar ekspor daerah dengan kontribusi 94,30 persen terhadap total ekspor. Selain itu, Pelabuhan Belawan dan Kuala Tanjung menjadi bagian penting dalam mendukung aktivitas ekspor Sumatera Utara dengan layanan 347.001 TEUs pada enam bulan pertama 2026.
“Pertumbuhan ekspor tidak hanya berbicara mengenai angka, tetapi juga bagaimana menciptakan ekosistem yang membuat eksportir daerah semakin kuat. Mulai dari akses logistik, kemudahan regulasi, hingga pendampingan bagi eksportir baru,” kata Hendrik.
Sebagai Ketua GPEI DPD Sumatera Utara, Hendrik juga menaruh perhatian terhadap sejumlah tantangan yang dihadapi dunia usaha ekspor, seperti keterbatasan eksportir baru, ketergantungan terhadap komoditas tertentu, serta kebutuhan peningkatan layanan pendukung perdagangan.
Menurut Hendrik, masukan dari daerah perlu menjadi bagian penting dalam membangun kebijakan ekspor nasional.
“Pelaku usaha di daerah menghadapi persoalan yang nyata di lapangan. Karena itu, forum seperti Rakernas GPEI menjadi tempat penting untuk menyampaikan kondisi dan mencari langkah penguatan bersama,” ujarnya.
Rakernas GPEI 2026 berlangsung pada 23–25 Agustus 2026 di Jakarta. Dalam agenda lanjutan Rakernas, GPEI DPD Sumatera Utara akan menyampaikan paparan terkait capaian, permasalahan, dan rekomendasi penguatan ekspor Sumatera Utara.
Melalui forum tersebut, Hendrik berharap peran eksportir daerah semakin diperkuat sehingga Sumatera Utara dapat terus berkontribusi dalam pertumbuhan perdagangan internasional Indonesia.
