Kapolri Siagakan 7.000 Personel Brimob Hadapi Dampak Konflik Iran-Israel-AS

GEOSIAR.CO.ID 22 April 2026 Penulis : ph@geosiar.co.id

DEPOK, GEOSIAR.CO.ID -Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menginstruksikan seluruh personel Korps Brimob Polri meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi dinamika keamanan akibat gejolak geopolitik global.

Instruksi disampaikan saat membuka rapat kerja teknis (rakernis) Korps Brimob Polri yang diikuti sekitar 7.000 personel di Lapangan Mako Brimob Polri, Depok, Jawa Barat, Selasa (21/4/2026).

Listyo menyoroti konflik antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat yang berpotensi memperluas eskalasi secara global serta berdampak pada sektor energi dan keamanan dalam negeri.

Kapolri meminta seluruh personel Brimob selalu siap dan waspada menghadapi setiap dinamika yang mungkin terjadi. Listyo juga mengingatkan pentingnya latihan secara berkelanjutan.

“Kita semua harus selalu siap, kita semua harus selalu waspada. Kita semua harus mempersiapkan diri untuk terus melatih menghadapi segala macam dinamika yang mungkin terjadi,” ujar Listyo Sigit Prabowo dalam rakernis Korps Brimob Polri di Depok, Jawa Barat, Selasa (21/4/2026).

Listyo menjelaskan konflik antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat tidak hanya menimbulkan korban jiwa dari kalangan sipil, tetapi juga merusak infrastruktur dan fasilitas publik. Dampak konflik tersebut turut memengaruhi sektor energi di berbagai negara.

Sejumlah negara di kawasan telah menetapkan status darurat energi nasional. Negara-negara tersebut mulai mengimbau penggunaan energi secara efisien.

“Kita lihat bahwa beberapa negara termasuk di kawasan ini telah menetapkan status darurat energi nasional. Beberapa wilayah negara sekitar kita sudah mengumumkan untuk menggunakan energi seefisien mungkin,” jelas Listyo.

Kebijakan pembatasan aktivitas juga diberlakukan di sejumlah negara, termasuk pengaturan bekerja dari rumah atau work from home (WFH). Indonesia sendiri telah memberlakukan WFH satu hari kerja dalam seminggu setiap Jumat sejak 1 April 2026.

“Bahkan beberapa negara juga sudah mulai mengatur terkait dengan pemberlakuan WFH, termasuk Indonesia pun saat ini juga sudah melakukan WFH atau WFO dalam satu minggu satu kali,” kata Listyo.

Listyo menjelaskan pemerintah Indonesia telah berupaya meredam dampak krisis energi dengan mengoptimalkan produksi. Optimalisasi dilakukan melalui pembukaan kilang baru maupun pengaktifan kembali sumur lama.

Meski demikian, Listyo mengingatkan potensi gejolak tetap ada. Harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi dan liquefied petroleum gas (LPG) non-subsidi mengalami peningkatan.

“Namun di sisi lain kita juga melihat bahwa khusus BBM non-subsidi dan LPG non-subsidi terjadi peningkatan dan ini implikasinya akan berdampak terhadap naiknya harga-harga,” jelas Listyo.

“Tentunya ini akan menimbulkan reaksi, akan menimbulkan potensi terjadinya eskalasi yang meningkat, khususnya terkait dengan masalah keamanan di dalam negeri,” sambungnya.

Listyo meminta seluruh personel Brimob meningkatkan kesiapan operasional. Kesiapan tersebut mencakup pemahaman kondisi lapangan dan pemastian kelengkapan peralatan.

“Tolong, pelajari betul terkait dengan situasi dan eskalasi yang ada, pelajari kondisi dan medan lapangan. Persiapkan peralatan yang rekan-rekan miliki sehingga pada saat rekan-rekan turun peralatan-peralatan yang ada,” kata Listyo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *