Menlu Singapura Vivian Balakrishnan Tolak Bayar Tarif Selat Hormuz: Selat Malaka Jauh Lebih Strategis
GEOSIAR.CO.ID 10 April 2026 Penulis : ph@geosiar.co.id
SINGAPURA, GEOSIAR.CO.ID -Menteri Luar Negeri Singapura Vivian Balakrishnan menegaskan negaranya tidak akan bernegosiasi dengan Iran untuk membayar tarif atau meminta izin demi melintas di Selat Hormuz. Balakrishnan sekaligus mengingatkan Selat Malaka jauh lebih strategis dari jalur Teluk Persia tersebut. Pernyataan itu disampaikan saat menjawab pertanyaan anggota parlemen Singapura, Selasa (7/4/2026), mengenai apakah pemerintah sudah bernegosiasi dengan Teheran terkait lalu lintas kapal di Hormuz
Balakrishnan menegaskan hak melintas di selat internasional diatur United Nations Convention on the Law of the Sea (UNCLOS), bukan izin yang harus dimohon atau ongkos yang harus dibayar. “Melintasi (Selat Hormuz) adalah hak. Bukan izin yang diberikan oleh negara-negara sekitarnya, bukan lisensi yang harus dimohon-mohon, bukan ongkos yang harus dibayar,” tegas Balakrishnan dalam sidang parlemen Singapura, Selasa (7/4/2026).
Titik Tersempit Selat Malaka Kurang dari 2 Mil Laut
Balakrishnan mengungkapkan jumlah minyak mentah, minyak olahan, dan kapal kontainer yang melewati Selat Malaka jauh melampaui Selat Hormuz. Titik tersempit Selat Malaka, yang berada di antara Singapura dan Kepulauan Riau, kurang dari 2 mil laut dibandingkan titik tersempit Selat Hormuz yang mencapai 21 mil laut.
Pernyataan Balakrishnan menimbulkan pertanyaan apakah negara-negara di sekitar Selat Malaka akan mengambil langkah serupa dengan Iran jika preseden tarif melintas dibiarkan berkembang. Penegasan itu disampaikan sehari sebelum AS dan Iran mengumumkan gencatan senjata pada Rabu (8/4/2026), di mana Iran menyatakan membuka kembali Selat Hormuz namun meminta setiap kapal yang melintas berkoordinasi terlebih dahulu dengan Teheran.
Post Views: 1