Muscab III Hiswana Migas Tapanuli-Nias Perkuat Komitmen Distribusi Energi Tepat Sasaran
Social Media
Communication
Bookmarking
Developer
Entertainment
Academic
Finance
Lifestyle
ph@geosiar.co.id
MEDAN, GEOSIAR.CO.ID – Musyawarah Cabang (Muscab) III DPC Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) Tapanuli-Nias, organisasi yang menghimpun para pengusaha sektor hilir migas dan menjadi mitra pemerintah dalam distribusi energi, menetapkan Chandra Simamora sebagai Ketua DPC Hiswana Migas Tapanuli-Nias secara aklamasi.
Muscab yang digelar di Le Polonia Hotel & Convention pada 9 Juni 2026 itu juga menyoroti tantangan distribusi BBM dan LPG bersubsidi di tengah dinamika energi global.
Muscab III tersebut dipimpin Ketua Organizing Committee (OC) Hanssen Tanakah dan Ketua Steering Committee (SC) Fazrin Wahyudi.
Kegiatan tersebut dihadiri Executive General Manager (EGM) Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) Sunardi, Ketua DPD I Hiswana Migas Sumatera Utara Razali Husein, serta Ketua DPC Hiswana Migas Tapanuli-Nias periode sebelumnya, Joni Chuadri.
Dalam sambutannya, Chandra Simamora menyoroti tantangan yang semakin besar dalam pengawasan distribusi BBM dan LPG bersubsidi di tengah dinamika energi dunia.
“Dampak kenaikan harga keekonomian minyak dan LPG akibat krisis energi dunia yang dipicu oleh perang membuat disparitas harga antara subsidi dan non-subsidi semakin besar,” kata Chandra.
Menurutnya, kondisi tersebut menuntut para pengusaha penyalur untuk bekerja lebih keras agar energi bersubsidi benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak.
“Karena itu pengusaha harus menguras energi yang lebih besar untuk memastikan penyaluran benar-benar tepat sasaran sebagai tanggung jawab atas penugasan yang telah dipercayakan negara,” ujarnya.
Sementara itu, Dewan Pertimbangan DPC Hiswana Migas Tapanuli-Nias, Hendrik Sitompul, mengatakan Hiswana Migas memiliki peran strategis karena menjadi wadah para pengusaha yang berada di garda terdepan distribusi energi nasional.
“Hiswana Migas adalah rumah besar pengusaha migas. Di organisasi inilah para pelaku usaha berhimpun, berdiskusi, dan mencari solusi atas berbagai tantangan yang dihadapi dalam menjalankan penugasan distribusi energi,” ujar Hendrik.
Anggota DPR RI periode 2019–2024 itu menegaskan bahwa keberadaan Hiswana Migas tidak hanya berkaitan dengan kepentingan dunia usaha, tetapi juga menyangkut kepentingan masyarakat luas.
“Hiswana Migas tidak hanya berbicara tentang dunia usaha. Organisasi ini juga memiliki tanggung jawab untuk menjaga ketahanan energi bagi rakyat. Anggota-anggota Hiswana Migas berada di garis depan dalam memastikan BBM dan LPG tersedia serta dapat diakses masyarakat,” katanya.
Menurut Hendrik Sitompul, tantangan distribusi energi yang semakin kompleks membutuhkan organisasi yang solid serta sinergi yang kuat antara pengusaha, pemerintah, dan Pertamina agar penyaluran energi bersubsidi tetap berjalan aman dan tepat sasaran.
Adapun susunan lengkap pengurus DPC Hiswana Migas Tapanuli-Nias periode baru masih dalam tahap perembukan dan akan diumumkan setelah proses finalisasi selesai dilakukan
