Pidato PM Israel Netanyahu di PBB: Rezim Iran Akan Runtuh
Social Media
Communication
Bookmarking
Developer
Entertainment
Academic
Finance
Lifestyle
ph@geosiar.co.id
NEWYORK, GEOSIAR.CO.ID – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan pemerintahan Iran pada akhirnya akan runtuh. Pernyataan itu disampaikan Netanyahu dalam pidatonya pada Sidang ke-81 Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, Kamis (24/9/2026) waktu setempat.
Netanyahu mengatakan keruntuhan rezim Iran hanya tinggal menunggu waktu. Ia juga menyatakan rakyat Iran suatu hari nanti akan memperoleh kebebasan.
“Rezim mereka yang haus darah akan digulingkan oleh kebohongan, korupsi, dan kekejamannya sendiri. Rezim jahat ini akan runtuh, dan kita semua akan merayakannya,” ujar Netanyahu, seperti dilaporkan sejumlah media internasional, Jumat (25/9/2026).
Dalam pidatonya, Netanyahu membawa perangkat Starlink ke podium. Ia menyebut teknologi tersebut dapat digunakan masyarakat Iran untuk mengakses informasi dan berkomunikasi di tengah pembatasan internet.
“This is a communications device, Starlink, that allows people to access truth, to exercise choice, and to exercise freedom of thought and freedom of speech,” kata Netanyahu.
Netanyahu kemudian mengatakan perangkat itu akan ditinggalkan kepada Presiden Majelis Umum PBB untuk diteruskan kepada delegasi Iran. Namun, delegasi Iran tidak berada di ruangan ketika Netanyahu menyampaikan pidatonya.
Netanyahu juga menyebut para pemimpin Iran lebih takut terhadap rakyatnya sendiri dibandingkan Israel.
Menurut dia, masyarakat Iran merupakan kelompok yang selama ini paling dikhawatirkan oleh pemerintahan di Teheran.
Pidato Netanyahu berlangsung di tengah aksi walk out sejumlah delegasi. Delegasi Indonesia termasuk yang meninggalkan ruang sidang ketika Netanyahu bersiap menyampaikan pidatonya. Rekaman yang disampaikan Perutusan Tetap Republik Indonesia (PTRI) di New York menunjukkan para diplomat Indonesia meninggalkan kursi mereka saat Netanyahu naik ke mimbar.
Puluhan delegasi negara lain juga melakukan hal serupa. Sebagian delegasi meninggalkan ruangan, sementara beberapa lainnya terdengar mencemooh Netanyahu. Tim Netanyahu yang berada di dalam ruangan justru berdiri dan bertepuk tangan.
Menanggapi aksi tersebut, Netanyahu menyebut para delegasi yang meninggalkan ruangan sebagai “pengecut moral”.
“Jika masih ada pengecut moral lainnya yang belum meninggalkan ruangan ini, silakan pergi,” kata Netanyahu.
Selain Iran, Netanyahu dalam pidatonya juga menyerang sejumlah negara dan tokoh yang dinilainya kritis terhadap Israel.
Ia mengecam negara-negara Eropa yang baru-baru ini mengumumkan rencana pemberian sanksi terkait permukiman Israel di Tepi Barat. Netanyahu menuduh negara-negara tersebut tunduk pada tekanan kelompok yang disebutnya antisemit.
Netanyahu juga mengkritik Qatar dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdoğan. Ia menuduh Qatar mengeluarkan dana dalam jumlah besar untuk menyebarkan informasi yang menurutnya merugikan Israel.
Terhadap Erdoğan, Netanyahu menyebut Presiden Turki tersebut sebagai “tiran” dan menuduh Turki menjadi salah satu penyebar utama narasi antisemit. Tuduhan-tuduhan tersebut merupakan pernyataan Netanyahu dalam pidatonya dan mendapat penolakan dari pihak-pihak yang dikritiknya.
Pidato Netanyahu di PBB berlangsung ketika konflik dan ketegangan antara Israel, Iran serta sejumlah negara di kawasan Timur Tengah masih menjadi perhatian utama dalam Sidang Umum PBB tahun ini.
