Terjang Dairi! Puting Beliung Ngamuk, Atap Rumah Beterbangan
GEOSIAR.CO.ID 16 April 2026 Penulis : ph@geosiar.co.id
DAIRI, GEOSIAR.CO.ID -Belasan rumah warga di Desa Buluduri dan Desa Lae Parira, Kecamatan Lae Parira, Kabupaten Dairi, rusak dihantam angin puting beliung, Rabu (15/4/2026) petang.
Kabar tersebut dibenarkan Kepala Desa Lae Parira, Togar Pane, saat dikonfirmasi wartawan melalui sambungan WhatsApp. Ia menyebut, sedikitnya 12 unit rumah warga dan 1 unit bangunan Sekolah Dasar mengalami kerusakan di wilayahnya.
“Di Desa Lae Parira, sedikitnya 12 unit hunian masyarakat dan 1 unit bangunan Sekolah Dasar mengalami kerusakan,” ujar Togar.
Ia menambahkan, peristiwa serupa juga dilaporkan terjadi di Desa Buluduri. Namun, jumlah pasti bangunan yang terdampak masih dalam proses pendataan.
Peristiwa terjadi saat hujan deras disertai angin kencang melanda wilayah tersebut. Akibatnya, atap rumah beterbangan, sementara sejumlah pohon tumbang hingga menimpa bangunan warga.
Untuk sementara, warga yang rumahnya terdampak memilih mengungsi ke rumah kerabat terdekat. Pemerintah desa juga masih melakukan inventarisasi data pemilik bangunan yang terdampak.
Sementara itu, Kepala Desa Buluduri, Marihot Lumban Tobing, menyebut 7 unit rumah warga mengalami kerusakan, termasuk 2 unit rumah yang tertimpa pohon tumbang.
Cuaca ekstrem saat kejadian berlangsung sekitar satu jam, ditandai dengan hujan deras, angin kencang, serta dentuman petir. Bahkan, hujan es juga sempat turun dan berserakan di permukaan tanah.
Peristiwa tersebut menerpa permukiman di empat dusun. Kerusakan terparah terjadi di rumah milik Sonia boru Aritonang di Dusun 1 dan Hasudungan Bakkara di Dusun 4. Kedua rumah tersebut tertimpa pohon durian hingga menyebabkan bagian belakang bangunan hancur.
“Saat itu, kedua keluarga sedang berada di rumah. Beruntung posisi mereka bukan di dapur. Hempasan batang pohon berukuran besar berikut ranting cukup mengejutkan penghuni,” kata Marihot.
Ia memastikan, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Meski demikian, bencana tersebut menimbulkan kerugian material serta kekhawatiran di tengah masyarakat.
Selain merusak permukiman, akses jalan menuju Dusun 4 Lumban Silintong juga tertutup total akibat pohon tumbang. Padahal, wilayah tersebut merupakan kawasan permukiman sekaligus sentra pertanian warga.
www.geosiar.co.id

