“Biasanya kalau satu proyek yang kita tawarkan itu nggak banyak minatnya ya biasanya kan itu karena traffic-nya kurang,” kata Dody Hanggodo, Menteri PU, saat ditemui wartawan di Kantor Kementerian PU, Jakarta, Jumat (10/4/2026).
Tol Getaci telah masuk Program Strategis Nasional (PSN) sejak 2020 berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2020. Proyek ini pernah memenangkan lelang pada 2022 oleh konsorsium PT Jasamarga Gedebage Cilacap yang beranggotakan PT Jasa Marga, PT Daya Mulia Turangga, PT Gama Group, dan PT Jasa Sarana. Namun, konsorsium gagal mencapai financial close sehingga lelang harus diulang.
Upaya lelang ulang pun menghadapi kebuntuan serupa. Pada Mei 2024, dua konsorsium yang mendaftar untuk lelang ulang dinyatakan tidak lulus oleh Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT). Proyek kini berada dalam tahap peninjauan ulang sebelum dilelang kembali.
Untuk menarik investor, pemerintah biasanya memberikan dukungan konstruksi atau chip in, yakni penyertaan anggaran negara ke dalam proyek guna memperbaiki kelayakan finansialnya. Namun langkah itu tidak dapat dilakukan karena keterbatasan anggaran saat ini.
“Apakah lebih baik kita misalnya chip in di Getaci atau kita percepat Cibeet dan Cijurey supaya Karawang dan Bekasi itu nggak banjir lagi ke depannya,” ujar Dody Hanggodo, Menteri PU, Jumat (10/4/2026).
Pemerintah kini memprioritaskan percepatan pembangunan Bendungan Cibeet dan Bendungan Cijurey di Kabupaten Bogor. Kedua bendungan ditargetkan rampung bertahap mulai 2027 hingga 2028 guna mengurangi risiko banjir di Karawang dan Bekasi.
“Saya sih berharap bisa selesai paling nggak 2027-2028 ya. Karena dengan mata kepala saya sendiri melihat, kalau itu nggak segera diselesaikan saya khawatir Karawang dan Bekasi banjir lagi,” kata Dody Hanggodo, Jumat (10/4/2026).
Secara desain, Tol Getaci melintasi dua provinsi dan tujuh kabupaten/kota, mulai dari Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Garut, Tasikmalaya, Kota Tasikmalaya, Ciamis, hingga Cilacap. Proyek ini semula dirancang memiliki 10 simpang susun yang tersebar di titik-titik strategis sepanjang trase. Akibat sulitnya menarik investor, pemerintah sempat mempertimbangkan memangkas ruas menjadi Gedebage-Tasikmalaya saja.
Selain Tol Getaci, Tol Gilimanuk-Mengwi di Bali sepanjang 96,84 kilometer juga mengalami nasib serupa. Keduanya warisan PSN era Jokowi yang kini masuk proyek strategis pemerintahan Prabowo, dan masih dalam tahap review ulang. “KPBU kita belum ada yang mau lelang kan ya. Kita lagi siapin semuanya kayak Getaci, Gilimanuk-Mengwi, sedang kita siapkan semuanya,” kata Dirjen Pembiayaan Infrastruktur Kementerian PU Rachman Arief Dienaputra, Selasa (19/8/2025).
Tol Gilimanuk-Mengwi membutuhkan investasi sebesar Rp25,4 triliun. Konsorsium pemenang tender sebelumnya, PT Tol Jagat Kerthi Bali, juga gagal mencapai financial close meski lahan sudah dibebaskan.