Tumpukan Sampah Viral di Tiga Lokasi Jakarta Barat, Warga Rusun Tambora Paling Terdampak
GEOSIAR.CO.ID 14 April 2026 Penulis : ph@geosiar.co.id
JAKARTA, GEOSIAR.CO.ID –Persoalan sampah di Jakarta Barat kembali menjadi sorotan setelah tumpukan sampah di sejumlah titik viral di media sosial pada awal April 2026.
Tiga lokasi yang paling banyak diperbincangkan adalah area luar Pasar Kopro di Grogol Petamburan, badan Jalan Kanal Banjir Barat, serta Rusun Angke di Tambora.
Jakarta Barat tercatat menghasilkan timbulan sampah sekitar 807.966 ton per tahun, namun hanya 212.450 ton atau sekitar 26 persen yang berhasil dimanfaatkan kembali setiap tahunnya.
Di area luar Pasar Kopro, tumpukan sampah berupa limbah rumah tangga, kantong plastik, karung, hingga kasur bekas menggunung dan meluber hingga ke badan jalan pada Selasa (31/3/2026). Kawasan tersebut tampak kotor dan becek dengan bau menyengat akibat cairan yang merembes dari tumpukan sampah.
Seorang pedagang di sekitar lokasi, Yahya, mengaku terganggu oleh kondisi tersebut. Menurutnya, tumpukan sampah yang tidak segera diangkut berpotensi menurunkan minat pelanggan untuk berbelanja. “Warga sudah membayar iuran kebersihan setiap bulan, seharusnya ini diselesaikan secara permanen,” ujarnya.
Kondisi paling serius ditemukan di Rusun Tambora. Seorang pedagang sayur, Masruroh (67), mengaku tumpukan sampah di samping warungnya sempat mengeluarkan cairan lindi yang merembes ke berbagai arah dan dipenuhi belatung akibat banyaknya sampah basah rumah tangga.
Puncak kejadian terjadi ketika sampah menumpuk hingga setinggi atap warung sehingga tembok bangunan tempat Masruroh berdagang roboh karena tidak mampu menahan beban. Masruroh mengaku tidak punya pilihan selain tetap bertahan karena anak-anaknya belum memiliki pekerjaan tetap.
Persoalan sampah di Jakarta Barat bukan masalah baru. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Daerah Khusus Jakarta telah membentuk panitia khusus untuk menangani krisis pengelolaan sampah di ibu kota pada awal April 2026. Pemerintah Kota Jakarta Barat sebelumnya juga menyarankan warga beternak lele sebagai salah satu solusi pengolahan sampah organik di tingkat kelurahan.
www.geosiar.co.id

