Prabowo dan Putin Sepakat Perkuat Kerja Sama Energi dan ESDM, Pertemuan di Kremlin Berlangsung 5 Jam
GEOSIAR.CO.ID 14 April 2026 Penulis : ph@geosiar.co.id
MOSKOW, GEOSIAR.CO.ID –Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin di Istana Kremlin, Moskow, Senin (13/4/2026).
Pertemuan berlangsung selama lima jam, diawali dua jam sesi bilateral yang dihadiri delegasi kedua negara, dilanjutkan tiga jam pertemuan empat mata antara kedua pemimpin.
Ini merupakan pertemuan kelima Prabowo dan Putin dalam satu tahun terakhir, setelah keduanya terakhir bertemu di Moskow pada Desember 2025.
Prabowo tiba di Bandara Vnukovo-2, Moskow, pukul 07.45 waktu setempat pada Senin pagi setelah bertolak dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, Minggu (12/4) malam. Dalam sesi bilateral, Prabowo didampingi Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
“Kami memandang bahwa Rusia telah berperan sangat positif dalam menghadapi kondisi geopolitik yang penuh ketidakpastian ini. Karena itu kami merasa sangat perlu untuk konsultasi bagaimana kita hadapi situasi ke depan,” kata Prabowo di Kremlin, Senin (13/4/2026).
Prabowo menegaskan Indonesia dan Rusia perlu mempererat kerja sama di bidang ekonomi dan energi. “Hampir semua bidang yang kita sepakati beberapa bulan lalu mengalami kemajuan yang pesat. Ada satu-dua yang perlu kita percepat, saya akan segera menangani sendiri,” ujarnya.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengungkapkan dua poin utama yang disepakati dalam pertemuan tersebut. “Disepakati beberapa poin, antara lain kerja sama di sektor Energi dan Sumber Daya Mineral jangka panjang, termasuk ketahanan energi migas dan hilirisasi,” kata Teddy dalam keterangan resminya, Senin (13/4/2026).
Teddy menekankan posisi Rusia yang sangat strategis dalam percaturan global sebagai salah satu pemegang hak veto Perserikatan Bangsa-Bangsa, pendiri BRICS, sekaligus kekuatan besar dengan potensi sumber daya alam terbesar di dunia. Kemitraan dengan Indonesia dinilai semakin relevan di tengah ketidakpastian geopolitik akibat konflik di Timur Tengah dan blokade Selat Hormuz.
Putin menyambut kunjungan Prabowo sebagai langkah penting dalam memperkuat hubungan strategis kedua negara. Ia mencatat nilai perdagangan Indonesia dan Rusia naik 12 persen pada tahun lalu, meski mengalami sedikit perlambatan di awal 2026. Total nilai perdagangan bilateral pada semester I/2024 mencapai 1,57 miliar dolar AS.
“Kami memberikan makna besar kepada komisi bersama antar-pemerintah dan kami berharap dalam pertemuan hari ini kita akan sempat mencari berbagai solusi untuk tetap meningkatkan kemitraan kedua negara,” kata Putin, Senin (13/4/2026).
Putin secara khusus menyoroti sektor energi, antariksa, pertanian, industri, dan farmasi sebagai bidang prioritas kerja sama. Ia juga menyebut keanggotaan Indonesia di BRICS membuka peluang baru kerja sama, termasuk melalui Uni Ekonomi Eurasia.
Usai pertemuan, agenda dilanjutkan dengan jamuan santap siang di Blue Hall, Istana Kremlin. Hubungan diplomatik Indonesia dan Rusia telah terjalin selama 76 tahun sejak dibuka resmi pada 1950. Setelah merampungkan agenda di Moskow, Prabowo bertolak menuju Paris untuk melanjutkan rangkaian kunjungan kenegaraan.
www.geosiar.co.id

