IDAI: Indonesia Kalahkan India dalam Jumlah KLB, Hanya di Bawah Yaman
Data Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menempatkan Indonesia di posisi kedua dunia dalam jumlah kasus campak tertinggi enam bulan terakhir, hanya berada satu tingkat di bawah Yaman. Indonesia bahkan melampaui India yang populasinya empat kali lebih besar. Kemenkes mencatat sedikitnya 58 KLB meledak serentak di 39 kabupaten/kota, dengan lima provinsi paling terdampak: Sumatera Barat, Sumatera Selatan, DI Yogyakarta, Jawa Barat, dan Jawa Tengah.
Vaksin Dosis Pertama Anjlok dari 92 Persen Jadi 82 Persen, Jauh di Bawah Ambang WHO
Data Kemenkes menunjukkan cakupan imunisasi campak-rubela dosis pertama turun dari 92 persen pada 2024 menjadi 82 persen pada 2025, sedangkan dosis kedua merosot dari 82,3 persen menjadi 77,6 persen. Keduanya masih jauh di bawah ambang 95 persen yang ditetapkan WHO untuk membentuk kekebalan kelompok. Konsultan Penyakit Infeksi dan Tropik Anak RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo, dr. Mulya Rahma Karyanti, menyatakan penyebabnya bukan cakupan nasional melainkan ketimpangan antarwilayah. “Secara nasional capaian imunisasi campak-rubela sudah melampaui target, namun kasus masih terjadi di provinsi, kabupaten, bahkan desa tertentu yang memiliki cakupan imunisasi rendah,” ujar dr. Mulya Rahma Karyanti.
Andi Saguni: Satu Penderita Campak Bisa Tularkan ke 18 Orang, Respons Cepat Tidak Bisa Ditunda
Plt. Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes dr. Andi Saguni menegaskan tingkat penularan campak jauh melampaui COVID-19: satu penderita berpotensi menularkan ke 18 orang sekaligus. Meski tren kasus mulai menurun pada Maret 2026, Andi menegaskan status KLB belum dicabut dan seluruh fasilitas kesehatan diperintahkan mempertahankan kesiapsiagaan. Orang tua yang mendapati anak mengalami demam tinggi disertai ruam kemerahan diminta segera membawa ke fasilitas kesehatan terdekat; informasi lebih lanjut tersedia di hotline Halo Kemenkes 1500-567.