SPPG Polres Asahan Disetop Sementara, Puluhan Siswa MTsN 2 Kisaran Keracunan MBG
Social Media
Communication
Bookmarking
Developer
Entertainment
Academic
Finance
Lifestyle
ph@geosiar.co.id
KISARAN, GEOSIAR.CO.ID – Operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang dikelola untuk mendistribusikan Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Asahan dihentikan sementara setelah puluhan siswa MTsN 2 Kisaran mengalami gejala yang diduga akibat mengonsumsi makanan tersebut.
Penghentian sementara dilakukan Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Asahan selama proses investigasi dan pemeriksaan sampel makanan berlangsung.
Koordinator Wilayah BGN Kabupaten Asahan, Adiatma Arif Harahap, mengatakan sampel makanan telah diambil untuk menjalani pemeriksaan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Asahan dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
“Kami sudah melakukan investigasi dan sampel makanan sudah kami ambil untuk diuji oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Asahan dan Badan POM,” kata Adiatma, Selasa (15/9/2026).
Ia mengatakan SPPG tersebut untuk sementara tidak diperbolehkan beroperasi hingga hasil pemeriksaan laboratorium keluar dan sejumlah perbaikan dipenuhi.
“Untuk saat ini, dalam kondisi investigasi, kondisi dapur kita nyatakan disuspensi sementara, sehingga untuk saat ini kondisi dapur diberhentikan sementara,” ujarnya.
Menurut Adiatma, penghentian dilakukan sebagai langkah antisipasi agar kejadian serupa tidak kembali terjadi. Selama penghentian, distribusi MBG dari SPPG tersebut kepada penerima manfaat juga dihentikan.
“Jadi kita masih menunggu hasil laboratorium, kemudian harus ada dilakukan perbaikan, dan itu harus dipenuhi oleh SPPG tersebut,” katanya.
Ia menjelaskan SPPG tersebut merupakan bagian dari Yayasan Kemala Bhayangkari yang berperan sebagai penyedia. Sementara pengelolaan dan operasional dapur tetap berada di bawah BGN.
“Yayasan tersebut hanya sebatas penyedia. Tetap yang mengelola dan melakukan operasional dapur orang BGN,” kata Adiatma.
Ia menambahkan, penanggung jawab SPPG merupakan ASN yang terdaftar di BGN. Selain itu, terdapat akuntan dan ahli gizi yang juga tercatat sebagai staf BGN.
Puluhan Siswa Mengalami Gejala
Sebelumnya, puluhan siswa MTsN 2 Kisaran mengalami mual, muntah, dan pusing setelah mengonsumsi MBG pada Senin (14/9/2026).
Operator sekolah, Rahman, mengatakan terdapat sekitar 30 siswa yang terdampak. Sebagian siswa kemudian mendapat perawatan di rumah sakit.
Menurut Rahman, sekolah sempat mengumumkan melalui pengeras suara agar siswa menghentikan konsumsi makanan setelah muncul dugaan adanya masalah pada menu yang dibagikan.
“Tidak semua sempat mengkonsumsi, karena diumumkan di pengeras suara sekolah, sehingga yang sudah dahulu mengkonsumsi yang kami rasa kena,” ujarnya.
Menu MBG yang dibagikan terdiri dari ayam, sayur acar, tempe sambal, dan buah. Rahman mengatakan terdapat bau tidak sedap yang diduga berasal dari lauk ayam rendang.
“Ada yang bagus, ada yang sudah berair. Jadi sebagian itu ayamnya bau. Tapi bagaimana pun, itu nanti dari hasil laboratorium,” katanya.
Seluruh Siswa yang Dirawat Sudah Pulang
Sementara itu, 19 siswa yang sempat menjalani perawatan di RSUD Haji Abdul Manan Simatupang Kisaran telah diperbolehkan pulang setelah kondisi mereka membaik.
Kepala Pelayanan RSUD Kisaran, Akmal Mukmin, mengatakan seluruh siswa yang dirawat telah dinyatakan dalam kondisi baik.
“Sudah pulang, kondisi sudah baik semua dan sudah normal,” kata Akmal, Rabu (16/9/2026).
Ia mengatakan para siswa sempat menjalani observasi setelah mendapat perawatan. Bahkan, satu siswa yang masuk pada malam sebelumnya hanya menjalani observasi sekitar dua jam sebelum diperbolehkan pulang.
“Semua sudah baik. Semalam ada masuk satu lagi, kemudian diobservasi, hanya dua jam dan sudah dipulangkan,” ujarnya.
Meski telah pulang, kondisi para siswa tetap dipantau.
Hingga kini, penyebab pasti munculnya gejala pada siswa masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan yang telah diambil.
