AHY Sebut Indonesia Seharusnya Normalisasi Sungai Sejak 50 Tahun Lalu
Social Media
Communication
Bookmarking
Developer
Entertainment
Academic
Finance
Lifestyle
ph@geosiar.co.id
JAKARTA,GEOSIAR.CO.ID -Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menyoroti pentingnya normalisasi sungai sebagai bagian dari upaya mengatasi persoalan banjir di Indonesia. Menurutnya, langkah penataan dan pemulihan fungsi sungai seharusnya sudah dilakukan secara serius sejak sekitar setengah abad lalu.
AHY menilai, persoalan sungai yang semakin kompleks saat ini tidak dapat dilepaskan dari berbagai tantangan, seperti sedimentasi, penyempitan badan sungai, penumpukan sampah, serta perubahan tata guna lahan di kawasan daerah aliran sungai (DAS).
Kondisi tersebut dapat mengurangi kapasitas sungai dalam menampung dan mengalirkan air, terutama ketika curah hujan tinggi. Akibatnya, sejumlah wilayah menjadi lebih rentan mengalami luapan sungai dan banjir yang mengganggu aktivitas masyarakat.
Normalisasi sungai merupakan salah satu upaya untuk mengembalikan kapasitas aliran melalui penanganan sedimentasi, penataan penampang sungai, serta perbaikan bagian-bagian sungai yang mengalami penyempitan. Namun, pelaksanaannya perlu disesuaikan dengan karakteristik sungai dan kondisi lingkungan setempat.
Selain normalisasi, penanganan banjir juga membutuhkan pendekatan terpadu melalui perbaikan drainase, pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur pengendali banjir, rehabilitasi kawasan hulu, serta perlindungan daerah resapan air.
Pemerintah juga perlu memperkuat koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah agar program pengelolaan sungai dapat berjalan berkelanjutan. Penataan permukiman di bantaran sungai dan pengendalian pemanfaatan ruang di kawasan rawan banjir menjadi bagian penting dari upaya tersebut.
Pernyataan AHY menjadi pengingat bahwa persoalan sungai membutuhkan penanganan jangka panjang dan perencanaan yang konsisten. Normalisasi tidak cukup dilakukan ketika banjir telah terjadi, tetapi harus menjadi bagian dari strategi pengelolaan sumber daya air dan mitigasi bencana.
Dengan pembenahan sungai yang terencana, pengawasan tata ruang, serta keterlibatan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan, risiko banjir di berbagai wilayah diharapkan dapat ditekan.
