Kenali Gejala Influenza A, Demam Tinggi Mendadak hingga Sesak Napas
Social Media
Communication
Bookmarking
Developer
Entertainment
Academic
Finance
Lifestyle
ph@geosiar.co.id
JAKARTA, GEOSIAR.CO.ID – – Influenza kerap dianggap sebagai penyakit ringan yang dapat sembuh dengan sendirinya. Namun, infeksi Influenza A perlu diwaspadai karena dapat berkembang menjadi komplikasi serius, termasuk pneumonia, gagal napas hingga kematian.
Influenza tercatat sebagai salah satu masalah kesehatan masyarakat yang terjadi secara luas. Setiap tahun diperkirakan terdapat sekitar satu miliar kasus influenza musiman di dunia, dengan 3-5 juta di antaranya merupakan kasus berat dan sekitar 290 ribu hingga 650 ribu kematian akibat gangguan pernapasan.
Influenza terdiri atas empat tipe utama, yakni A, B, C dan D. Influenza A dan B menjadi penyebab utama epidemi musiman. Influenza A mendapat perhatian khusus karena memiliki kemampuan berevolusi dan berpotensi menyebabkan pandemi.
Penularannya dapat terjadi melalui percikan saat penderita berbicara, batuk atau bersin. Virus juga dapat berpindah melalui permukaan benda yang terkontaminasi, kemudian masuk ketika seseorang menyentuh wajah.
Risiko penularan meningkat di tempat ramai dan ruangan tertutup dengan sirkulasi udara yang buruk.
Gejala Influenza A
Gejala Influenza A umumnya muncul sekitar satu hingga empat hari setelah seseorang terpapar virus. Penderita dapat menularkan virus bahkan sebelum gejala muncul dan beberapa hari setelahnya.
Berbeda dengan flu biasa yang cenderung berkembang secara bertahap, Influenza A dapat muncul secara mendadak dengan gejala lebih berat.
Gejala yang perlu dikenali antara lain demam tinggi sekitar 38-40 derajat Celsius, nyeri otot dan sendi, sakit kepala, kelelahan berat, batuk kering, sakit tenggorokan serta hidung tersumbat.
Pada sebagian penderita, terutama anak-anak, dapat muncul gangguan pencernaan seperti mual, muntah dan diare.
Waspadai Tanda Bahaya
Masyarakat perlu segera mendapatkan pertolongan medis jika penderita mengalami sesak atau kesulitan bernapas, nyeri maupun tekanan berat di dada, kebingungan mendadak atau penurunan kesadaran.
Pertolongan medis juga diperlukan jika demam tinggi tidak kunjung turun setelah diberikan obat penurun panas, muncul warna kebiruan pada bibir atau kuku, maupun kondisi yang sempat membaik kemudian kembali memburuk.
Kondisi tersebut dapat menjadi tanda adanya komplikasi atau infeksi sekunder sehingga membutuhkan pemeriksaan dan penanganan medis lebih lanjut.
